Ustaz Yusuf Mansur Ancam Polisikan Balik Penggugat Wanprestasi Soal Pencemaran Nama


Fokus
medan.com
: Ustaz Jam’an Nur Chotib Mansur alias Ustaz Yusuf Mansur berencana melaporkan sejumlah pihak menudingnya melakukan wanprestasi ke Polda Metro Jaya. Kasus dugaan wanprestasi investasi patungan usaha ini sedang bergulir di Pengadilan Negeri Tangerang.

“Saya ke sini mewakili Yusuf Mansur untuk mengcounter semua berita¬†liar yang telah menjadi bola liar yang seakan-seakan ini adalah satu penggiringan opini bahwa Yusuf Mansur adalah seorang penipu,” kata Penasihat Hukum Ustaz Yusuf Mansur, Deddy DJ di Polda Metro Jaya, Senin (10/1).

Deddy menjelaskan bahwa kliennya merintis bisnis sejak 2012. Kemudian skema bisnis berubah menjadi patungan aset manajemen atau dikenal dengan sebutan paytren pada 2018.

“Paytren berdiri sekarang jadi bola liar yang berada di luar yang giring opini kepada klien saya itu merupakan pencemaran nama baik,” ujar dia.

Deddy mengatakan, dalam bisnis patungan ini dijelaskan bahwa sejumlah jemaah menginvestasikan uang nominalnya rata-rata Rp10-12 juta. Sementara keuntungan yang diperoleh investor dalam bisnis tersebut sebesar 8 persen per tahun.

“Pak kiai bantu jemaah ini supaya punya hotel sendiri. Jadi kalau mereka mau umrah ada wali murid dari luar kota bisa singgah di situ. Artinya bisnis ini oleh umat dari umat dan untuk umat,” ujar dia.

Deddy melanjutkan, uang yang disetor Rp12 juta bakal kembali dalam jangka waktu 10 tahun ke depan. Deddy menegaskan, kliennya tidak pernah melakukan penipuan.

“Masa tiba-tiba Rp10 juta atau Rp12 juta mau dapat instan. Kan ada proses,” terang dia.

Deddy menyebut, ada beberapa pihak yang dilaporkan. Terutama kreator yang mau cari keuntungan pribadi

“Ada tiga aktor yang saya laporkan termasuk para penggugat yang sudah terima uang kembali tapi dia ikut penggirian opini seakan-akan bisnis ini tidak ada,” tandas dia.

Penasehat Hukum Ungkap Bisnis Yusuf Mansyur Belum Untung

Penasihat Hukum Jam’an Nur Chotib Mansur alias Ustaz Yusuf Mansur angkat bicara terkait bisnis patungan aset manajemen atau paytren yang dilakoni oleh kliennya. Bisnis ramai dibicarakan setelah sejumlah investor menuding wanprestasi investasi patungan usaha sehingga berujung pada gugatan di PN Tangerang.

Deddy menerangkan, salah satu bentuk nyata ialah Hotel Siti, yang didirikan dari hasil patungan dari uang umat. Hotel itu berdiri di kawasan Bandara Soekarno-Hatta.

“Jadi mohon sabar ini investasi jangka panjang, Pak Kiai bukan orang yang lari dari kenyataan. bisnisnya ada hotel, sudah running cuma belum punya keuntungan,” kata dia.

Deddy melanjutkan, dalam hal ini kliennya selaku Direktur Utama mengeluarkan sertifikat sebagai bukti keikutsertaan patungan usaha. Namun, sertifikat tidak dapat dijaminkan ke bank atau pihak mana pun. Selain itu, jangka waktu kepesertaan adalah sepuluh tahun dan tidak dapat dicairkan sebelum 10 tahun.

Deddy menjelaskan juga bahwa seandainya usaha tersebut meraup keuntungan maka investor berhak mendapat bagian 8 persen per tahun. Tak hanya itu, modal yang ditanamkan dalam jangka 10 tahun akan dikembalikan.

“Dari 2012 sampai 2022 itu prosesnya kan namanya bisnis tidak instan. Sedangkan yang kita beli adalah hotel besar. Dan di tahun 2018 bisnis ini benar-benar sudah running,” ujar dia.

Deddy menerangkan, sejauh ini okupansi atau tingkat keterisian hotel baru 50 persen. Artinya, masih belum memeroleh keuntungan. Bahkan, kliennya sampai menutupi overheadnya dari uang pribadi.

“Artinya bahwa bisinis ini ada sekarang dalam proses berjalan cuma belum mendapatkan keuntungan. Jadi jangan pernah bilang bisnis ini adalah bohong,” terang dia.

Belakangan, Deddy menyebut ada orang-orang yang sengaja manfaatkan popularitas Ustaz Yusuf Mansur untuk mencari keuntungan secara pribadi dengan membuat chanel youtube.

Mereka melakukan penggiringan opini dengan menyebut Ustaz Yusuf Mansur seorang penipu, pembohongan publik, dan menciptakan investasi bodong.

Karena itu, Ustaz Yusuf Mansur mengambil langkah memproses oknum-oknum ke jalur pidana. Ada empat orang yang menjadi terlapor dalam kasus ini. Mereka adalah P, D, L dan M.

“Sekarang orang-orang yang akan lita laporkan yang selalu menggiring opini seakan-seakan Ustaz Yusuf Mansur,” ujar dia.(yaya)