11 Kali Divaksin Covid-19, Pria di India Mengaku Lebih Sehat

Brahmdeo Mandal sudah vaksin Covid-19 sebanyak 11 kali. Ist

Fokusmedan.com : India dibingungkan kasus seorang laki-laki yang setidaknya mendapatkan delapan kali vaksin Covid-19. Laki-laki ini mengaku mendapatkan 11 kali suntikan, “dua di antaranya didapatkan dalam waktu setengah jam”.

Brahmdeo Mandal, demikian nama laki-laki berusia 65 tahun tersebut, mengaku menerima 11 dosis vaksin di negara bagian Bihar.

Pensiunan tukang pos ini mengatakan suntikan vaksin membantunya “mengatasi sakit, nyeri, dan agar tetap sehat”.

Ia mengatakan “sejauh ini tidak ada efek samping dari 11 suntikan vaksin Covid yang ia terima”.

Pekan ini ia berencana mendapatkan suntikan yang ke-12 di satu pusat vaksinasi, namun ia gagal mendapatkannya. Tidak begitu jelas bagaimana petugas menolak memberikan vaksin kepada Mandal.

Pemerintah sudah memulai penyelidikan untuk mengetahui bagaimana Mandal bisa mendapatkan banyak dosis vaksin.

“Kami sudah memiliki bukti bahwa ia mendapatkan delapan suntikan dari empat lokasi,” ujar Amarendra Pratap Shahi, dokter yang bekerja di rumah sakit pemerintah di Madhepura, Bihar, kepada BBC, Sabtu (8/1/2022)

Di sisi lain, penyelidikan awal menunjukkan Mandal pernah mendapatkan dua suntikan vaksin hanya dalam waktu setengah jam. Data vaksinasi ini pun sudah diunggah ke portal CoWin, portal nasional untuk melaporkan data vaksinasi.

“Kami masih bingung bagaimana ini bisa terjadi. Sepertinya ada kesalahan di sistem. Kami juga ingin tahu apakah ada kelalaian petugas vaksinasi,” ungkap Shahi.

Kemudian, pakar kesehatan masyarakat India, Chandrakant Lahariya menuturkan bahwa kasus ini hanya bisa terjadi apabila ada keterlambatan saat data diunggah ke sistem portal.

“Meski begitu, saya tetap bingung mengapa kasus ini tidak terdeteksi dengan cepat,” terangnya.

Mandal mencatat jam, tanggal, hingga pusat vaksinasi yang didatangi setelah divaksin 11 kali.
Diakuinya, 11 suntikan vaksin itu didapatkan sejak Februari sampai Desember 2021.
Dia mendatangi pusat-pusat vaksinasi di Madhepura dan dua distrik tetangga, salah satu lokasinya berjarak lebih 100 kilometer dari rumahnya.

Mandal berhasil mendapatkan semua suntikan itu berkat kartu identitas berbeda yang dia gunakan.

“Setelah mendapatkan suntikan, rasa sakit dan nyeri di badan hilang. Tadinya saya punya masalah di lutut saya dan harus menggunakan tongkat untuk berjalan. Sekarang, saya merasa sehat,” jelasnya.

Adapun untuk reaksi setelah vaksin biasanya disertai dengan demam, sakit kepala, nyeri, serta kelelahan. Meski jarang, terkadang ada orang yang menunjukkan reaksi alergi setelah divaksin.

“Reaksi (demam, sakit kepala, nyeri badan, dan kelelahan) lumrah dialami setelah menerima dosis pertama dan kedua,” papar Lahariya.

Menurutnya, disuntik vaksin Covid-19 dalam jumlah banyak tidak berbahaya lantaran tubuh memiliki antibodi, dan vaksin diproduksi menggunakan komponen yang tidak membahayakan.

Untuk diketahui, India telah memulai program vaksinasinya pada 16 Januari 2021 lalu, dan memberikan dua dosis vaksin yang diproduksi oleh perusahaan lokal, Covishield serta Covaxin. Dosis kedua vaksin Covishield harus diberikan 12 sampai 16 pekan setelah dosis pertama diberikan, sementara dosis kedua Covaxin hanya boleh diberikan setelah empat hingga enam pekan sejak suntikan pertama.

Di India, vaksinasi bersifat sukarela dan diberikan melalui 90.000 pusat vaksinasi di seluruh wilayah. Selain itu, hampir seluruh pusat vaksinasi dijalankan oleh pemerintah.

Sejumlah pusat vaksinasi tidak memerlukan pendaftaran. Artinya, masyarakat bisa langsung datang dan menunjukkan kartu identitas seperti kartu biometrik, kartu pemilik, maupun surat izin mengemudi. Data penerima vaksin kemudian akan diunggah ke portal CoWin.

Berdasarkan laporan, sebanyak 65 persen penduduk India sudah menerima dua dosis vaksin dan sekitar 91 persen sudah menerima dosis pertama.(ng)