Omicron Masih Menghantui Pasar dalam Sepekan  ke Depan

Ilustrasi kinerja IHSG dan Rupiah. Ist

Fokusmedan.com : Ada beberapa data penting yang akan mempengaruhi pasar keuangan dalam perdagangan sepekan ke depan. Data yang paling di nanti adalah consumer sentiment dan inflasi di AS.

Selanjutnya akan ada testimoni dari Gubernur Bank Sentral AS walaupun nantinya tidak akan begitu mempengaruhi pasar keuangan. Sementara dari domestik, data penjualan kendaraan bermotor mapun penjualan mobil yang akan memengaruhi pasar keuangan domestik.

Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin mengatakan, umumnya pengaruh dari rilis data itu nantinya lebih kepada ekspektasi bagaimana inflasi serta perkembangan ekonomi AS dalam membentuk kebijakan Bank Sentral AS. Apakah keyakinan konsumen dan inflasi di AS akan membuat keputusan kebijakan moneter AS dipercepat atau tidak?

“Jika sinyalemennya dipercepat, maka akan membuat pasar keuangan domestik berpeluang diperdagangkan di zona merah,” ujarnya, Minggu (9/1/2022).

Semakin baik data AS nantinya, kata dia, ini berpeluang semakin buruk bagi pasar keuangan kita. Karena kebijakan The FED atau Bank Sentral AS sendiri akan mengambil 3 tindakan yakni tapering, kenaikan bunga acuan serta mengurangi neraca (balance sheet).

Jika sinyalemennya muncul di pekan ini, IHSG, Rupiah dan harga emas berpeluang untuk ditransaksikan di zona merah atau turun. Selanjutnya, data penjualan mobil maupun kendaraan bermotor di tanah air yang diperkirakan meningkat selama penjualan bulan Desember dan ini akan menjadi kabar baik.

Mwnurutnya, meskipun data tersebut masih kalah pengaruhnya dengan perkembangan kasus omicron di tanah air. Jadi selain data eksternal, pelaku pasar juga akan mencermati data internal dotambah perkembangan gelombang Covid-19.

Sayangnya untuk Indonesia, belakangan ini penambahan jumlah kasus pasien Covid-19 dalam tren naik. Ini yang perlu diwaspadai, karena sentimen eksternal juga tidak kalah buruknya bagi pasar keuangan di tanah air. Hal ini yang menjadi fokus perhatian pelaku pasar.

“Jadi sepekan ke depan saya yakin pelaku pasar akan sangat berhati-hati. Kejutan apapun cukup tersedia di pasar keuangan saat ini. Tetapi tekanan yang tak terduga bisa saja muncul dan bukan tidak mungkin justru membuat pasar keuangan diperdagangan di zona merah selama sepekan nantinya,” pungkasnya.(ng)