Jepang Minta Indonesia Cabut Larangan Ekspor Batu Bara

Jepang minta larangan ekspor batu bara dicabut. detik.com

Fokusmedan.com : Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji meminta Kementerian ESDM mencabut larangan ekspor batu bara. Pasalnya, beberapa pembangkit listrik dan manufaktur Jepang mengandalkan batu bara yang diimpor dari Indonesia.

“Industri di Jepang secara reguler mengimpor batu bara dari Indonesia untuk pembangkit listrik dan manufaktur (sekitar 2 juta ton per bulan). Oleh karena itu, kami meminta untuk segera mencabut larangan ekspor batu bara ke Jepang,” tulis Kenji dalam suratnya dikutip dari CNNIndonesia.com, Kamis (7/1/2022).

Ia menyebut larangan ekspor batu bara berdampak serius terhadap aktivitas perekonomian dan kehidupan sehari-hari masyarakat di Jepang.

Sebab, kebutuhan energi di Jepang sedang tinggi-tingginya karena saat ini negeri sakura itu tengah menghadapi musim dingin. “Saat ini permintaan batu bara di Jepang sangat tinggi di tengah musim dingin,” katanya.

Kenji pun menawarkan sebuah alternatif lain, yakni dengan tetap membuka keran ekspor batu bara jenis High Calorific Value (HCV) yang digunakan di Jepang.

“Jepang kebanyakan mengimpor batu bara jenis High Calorific Value (HCV) dari Indonesia, dimana berbeda dengan batu bara jenis Low Calorific Value (VCL) yang digunakan oleh pembangkit PLN,” imbuh dia.

Hingga saat ini, Kenji mengaku setidaknya terdapat 5 kapal pengangkut batu bara yang masih menunggu keberangkatan ke Jepang. Ia pun meminta secara khusus agar kelima kapal tersebut diberikan izin untuk berangkat secepat mungkin.

Sebelumnya, Kementerian ESDM melarang perusahaan batu bara dalam negeri untuk melakukan ekspor mulai 1 Januari hingga 31 Januari 2022.

Hal ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan batu bara dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) khususnya untuk pembangkit listrik yang dimiliki PT PLN (Persero).(ng)