Dilarang Masuk saat Lockdown, Warga China Keguguran di Depan RS

China lockdown karena mengalami lonjakan kasus Covid-19. Getty Images

Fokusmedan.com : Seorang perempuan hamil di Xi’an, China, keguguran di depan rumah sakit usai dilarang masuk berdasarkan aturan lockdown ketat yang diterapkan di kota itu.

AFP melaporkan bahwa perempuan itu tak diizinkan masuk ke Rumah Sakit Xi’an Gaoxin karena tidak membawa hasil tes Covid-19 dalam 48 jam terakhir. Hasil tes itu merupakan syarat masuk RS berdasarkan aturan lockdown yang berlaku.

Pemerintah Kota Xi’an menyatakan insiden yang viral di media sosial itu menyebabkan kekhawatiran luas dan membawa dampak buruk bagi masyarakat.

Mereka memastikan bahwa manajer umum rumah sakit itu telah diskors dan orang-orang yang bertanggung jawab atas insiden ini sudah dipecat.
Sementara itu, Komisi Kesehatan Xi’an mendesak pihak rumah sakit untuk “meminta maaf kepada publik, juga mempertimbangkan segala kemungkinan bahaya selama proses kerja.”

Komisi Kesehatan Xi’an juga melayangkan peringatan kepada Kepala Tim Tanggap Darurat dan Direktur Komisi Kesehatan Xi’an. Mereka dinilai “tak memenuhi persyaratan yang dibutuhkan untuk merawat populasi khusus.”

Insiden ini menjadi perhatian sejak Sabtu (1/1), saat keponakan perempuan tersebut mengeluh melalui serangkaian unggahan di media sosial.

Dalam beberapa foto dan video yang diunggah, perempuan itu terlihat tengah duduk di bangku luar rumah sakit, dikelilingi genangan darah.

Menurut keterangan di unggahan itu, staf rumah sakit menolak merawat perempuan hamil hingga dua jam, karena ia tak memiliki hasil negatif Covid-19 dalam rentang waktu 48 jam.

Sang keponakan mengatakan, perempuan hamil itu sebenarnya memiliki hasil negatif, tetapi sudah tak berlaku karena lebih beberapa jam dari batas 48 jam.

Pihak AFP tak dapat memverifikasi unggahan ini secara independen. Sementara itu, pihak rumah sakit tidak menjawab telepon AFP.

Meski telah dihapus, video ini sudah dilihat ratusan juta orang dan menimbulkan kemarahan di media sosial. Para warganet mengeluhkan kesulitan yang dialami warga Xi’an karena penguncian lockdown.

Xi’an merupakan salah satu kota yang menerapkan lockdown ketat karena penularan Covid-19. Pemerintah China melarang warga Xi’an keluar rumah, kecuali untuk alasan kesehatan.

Akibat aturan ini, banyak warga mengeluh kelaparan karena tak bisa membeli makanan, sementara pengiriman bantuan pemerintah tersendat.

Selama ini, China memang menggunakan pendekatan “nol Covid” dalam penanganan pandemi. Mereka akan langsung mengambil langkah ekstrem ketika menemukan kasus Covid di satu daerah.

Belakangan, aturan semakin ketat karena China mengalami lonjakan kasus Covid-19, terutama setelah kemunculan varian Omicron.

Pada Kamis (6/1), China melaporkan 189 kasus Covid-19 baru, dan 63 di antaranya berasal dari Xi’an.(CNN)