Polisi Tangkap 2 Perampok di Brayan

Polrestabes Medan tangkap 2 perampok di Brayan. Ist

Fokusmedan.com : Jahtanras Polrestabes Medan meringkus dua residivis kasus narkotika. Kedua pelaku curas ini merampok di kawasan jembatan layang Jalan Cemara pertengahan Desember 2021 lalu.

Korban perampokan diketahui bernama Irozi Siregar dan Farel Maulana. Kedua korban dirampok saat melintas di TKP dengan modus bahwa wajah pelaku terkena abu rokok.

Lantas kedua korban yang mengendarai sepeda motor BK 2260 AFJ dihentikan oleh kedua pelaku yang diketahui bernama M Rasid Ridho (29) warga Brayan Bengkel dan Ilham (26) warga Jalan Purwosari.

Setelah dihentikan, pelaku menodongkan sajam ke arah korban dan mengambil ponsel milik korban. Setelah mengambil ponsel kedua pelaku pun kabur. Korban yang merasa keberatan langsung membuat laporan ke Mapolrestabes Medan dengan nomor STTLP/2766/XII/2021/SPKT Polrestabes Medan/Polda Sumut.

Dari laporan pelapor, Unit Jahtanras Polrestabes Medan langsung bertindak cepat. Salah satu pelaku terdeteksi berada di kawasan Jalan Pematang Pasir. Pelaku Ridho dibekuk dan mengaku beraksi bersama rekannya, Ilham dan Panus.

Dari hasil pengembangan polisi meringkus Ilham dari persembunyiannya. Saat kembali melakukan pengembangan pelaku Ridho berusaha melawan dan akhirnya diberi tindakan tegas terukur. Ridho pun dibawa ke RS Bahyangkara untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara barang bukti yang diamankan yakni sepeda motor BK 6206 AGZ yang digunakan saat merampok, gunting, ponsel dan uang Rp10 ribu.

Kasat Reskrim Polrestabes Kompol M Firdaus, Selasa (4/1/2022) mengatakan dua pelaku sudah diamankan dan satu pelaku lain DPO.

“Satu tersangka terpaksa kita tindak tegas dan terukur karena berusaha melawan anggota saat pengembangan. Modusnya pelaku menghentikan sepeda motor korban karena wajahnya kena abu rokok,” ujar M Firdaus, Selasa (4/1/2021).

Masih kata Firdaus, tersangka mendapatkan bagian Rp350 ribu dari hasil penjualan ponsel korban. Sedangkan tersangka Ilham mendapatkan bagian Rp330 ribu dari hasil penjualan ponsel korban.

“Kedua pelaku merupakan residivis kasus narkotika. Tersangka Ridho terjerat kasus narkotika pada 2013 dan 2019. Sedangkan Ilham pada 2019. Kedua tersangka dijerat Pasal 365 KUPidana dengan ancaman diatas 7 tahun penjara,” tuturnya.(Rio)