Ibu Penyapu Jalan di Medan Terluka Kena Begal

Fokusmedan.com : Korban perampokan begal yang dialami seorang ibu petugas kebersihan bernama Romadoni Hasibuan di Jalan Pinus Kecamatan Medan Timur, Minggu (2/1/2021) pagi, kini sudah menjalani perawatan di Rumah Sakit Pringadi Medan.

Kondisi korban sangat memperihatinkan, bagian matanya lebam akibat jatuh terseret. Selain itu, sekujur tubuh korban juga mengalami luka-luka akibat terseret jatuh ke aspal.

Usai jatuh terkapar, kawanan begal langsung melarikan sepeda motor jenis matic milik korban.

“Saya langsung mendapat pukulan (dari belakang) jadi terjatuh ke aspal. Habis itu saya gak sadarkan diri, sepeda motor dibawa pergi,” kata korban kepada wartawan, Senin (3/1/2021) siang.

Wanita yang sudah 12 tahun berdedikasi membersihkan jalanan di Kota Medan ini, mengaku sudah merasa ada yang membuntutinya sebelum kejadian.

“Baru kali ini. Sebelum-sebelumnya tidak pernah diikuti dan jadi seperti ini,” kata Romadoni.

Ia juga tidak mengetahui persis berapa jumlah pelaku yang merampoknya. “Saya gak tahu berapa orang pelaku. Karena saya sudah terjatuh di tanah. Kejadian sekitar pukul 06.00 WIB,” ungkap korban.

Sementara, Camat Medan Timur Nur Alfi Pane menjelaskan kronologi aksi perampokan yang dialami korban yang merupakan seorang petugas Melati. Korban dari rumahnya di Pasar VIII Tembung seorang diri mengendarai sepeda motor menuju Jalan Krakatau Medan.

“Ini kejadiannya sekitar 06.00 WIB, ibu ini dari rumah sekitar jam 05.15 WIB lah dia keluar menuju lokasi kerjanya di Jalan Krakatau Kelurahan Pulau Brayan Bengkel,” katanya.

Pagi-pagi buta, ibu ini semangat pergi menjalankan tugasnya membersihkan jalanan di Kota Medan. Namun, kawanan begal yang tak kenal belas kasihan merampoknya hingga jatuh terseret.

“Dia melintas dari komplek wartawan keluar Cemara, masuklah dia melalui Jalan Pinus, Jalan Pinus inilah dipukul bahunya sebelah kanan ibu ini tersungkur dan tidak sadarkan diri,” ujar Alfi.

Tak lama berselang, pengemudi ojek online dan warga sekitar yang melihat kejadian ini menolong korban.

“Dan ditolong oleh Gojek yang ada disitu dan warga lah terakhir dibawa ibu Kepling Kelurahan Pulo Brayan Bengkel baru ke Rumah Sakit Imelda,” imbuhnya.

Malangnya, pihak RS Imelda yang berada di Jalan Bilal Medan, menolak merawat korban dengan alasan BPJS Ketenagakerjaan tidak menanggung korban begal.

“Di RS Imelda perawatan awal dan dinyatakan BPJS Ketenagakerjaan menyangkut korban begal tidak dipergunakan tidak ditanggung. Jadi kita bersama Aspem Kota Medan Pak Sofyan kami mengarahkan korban ke Rumah Sakit Pirngadi untuk ditangani,” ungkapnya.

Alfi menjelaskan saat ini kondisi korban sudah cenderung membaik. “Saat ini sudah membaik luka-luka ada 3 jahitan di kaki dan di tangannya, tinggal luka memar, mata pun sudah kempes, aman bisa melihat tidak ada kendala,” tukasnya.

 

(Rio)