Gegara Varian Delta, Pemerintah Harus Kucurkan Rp100 Triliun

Ilustrasi Covid-19 varian Delta. Ist

Fokusmedan.com : Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan lonjakan kasus penularan covid-19 akibat varian delta pada kuartal III 2021 membuat negara harus mengucurkan dana hingga Rp100 triliun. Dana itu dikucurkan untuk membantu sektor kesehatan.

“Pada kuartal III 2021 ada varian delta yang efeknya luar biasa di sektor kesehatan mencapai Rp100 triliun,” kata Airlangga dalam Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) 2021, Kamis (30/12).

Dilansir dari CNNIndonesia.com, Jumat (31/12/2021), Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat penambahan kasus positif covid-19 pecah rekor pada 15 Juli 2021 sebanyak 56.757 kasus. Secara kumulatif, jumlah orang yang terpapar virus covid-19 saat itu mencapai 2.670.046 kasus.

Jumlah penambahan kasus harian sedang tinggi-tingginya pada Juni-Agustus 2021. Satgas mencatat kasus harian pada periode itu konsisten di atas 10 ribu per hari.

Alhasil, tingkat keterisian tempat tidur (BOR) di sejumlah rumah sakit rujukan melonjak. Kementerian Kesehatan melaporkan BOR di 16 kabupaten/kota bahkan mencapai 100 persen pada Juni-Agustus 2021, BOR ICU dan isolasi di 12 kabupaten/kota juga tembus 100 persen.

Tak ayal, jumlah dana yang dikucurkan pemerintah untuk menangani pasien covid-19 di rumah sakit juga naik signifikan.

Sebagai informasi, pemerintah mengalokasikan dana kesehatan sebesar Rp214,96 dalam program penanganan nasional (PEN) 2021.

Dana itu digelontorkan untuk testing, tracing, treatment (3T), perawatan pasien covid-19, obat covid-19, insentif tenaga kesehatan pusat dan daerah, vaksinasi, pengadaan vaksin, insentif perpajakan vaksin, serta penanganan kesehatan lain di daerah.

Namun, pemerintah memproyeksi dana yang terserap hanya Rp193 triliun. Angka tersebut setara dengan 89,8 persen dari total dana yang disiapkan.(ng)