Kapolda Sumut: Angka Kejahatan di Sumut Menurun


Fokus
medan.com
: Tingkat kejahatan yang terjadi sepanjang tahun 2021 di Sumut mengalami penurunan dibandingkan tahun 2020.

Hal itu disampaikan Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak dalam press rilis akhir tahun di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (30/12/2021).

Ia memaparkan, untuk jumlah tindak pidana (JTP) yang terjadi di tahun 2020 sebanyak 37.051 kasus, turun menjadi 33.392 kasus di tahun 2021 ini.

“Sementara untuk pengungkapan tindak pidana (PTP) juga mengalami penurunan. Di mana pada tahun 2020 sebanyak 28.202 menjadi 25.464 pada tahun 2021,” ujarnya.

Untuk kasus kejahatan terbanyak, lanjutnya, pada tahun ini masih didominasi oleh penyalahgunaan narkoba sebesar 5.608 JTP. Kemudian diikuti Curat 4.315 JTP, Curanmor 2.457 JTP dan Anirat 2.072 JTP.

Sedangkan untuk narkotika, pihaknya mencatat sebanyak 5.978 JTP dengan angka pengungkapan sebanyak 6.098 PTP. Dari jumlah itu, didapatkan barang bukti 1.231,31 kg sabu atau meningkat 98 persen dari 2020 dengan jumlah 621,48 kg sabu, 1.509,17 kg ganja atau turun 12 persen dari tahun 2020 dengan jumlah barang bukti 1.712,8 kg.

Lalu untuk ekstasi didapatkan barang bukti 95.366,25 butir atau turun 57 persen dari tahun 2020 berjumlah 222.570 butir, heroin 3.100 gram atau naik 100 persen dari 2020 dengan jumlah nol dan pil happy five 6.218 butir atau turun 16 persen dari 2020 dengan jumlah 7.383 butir.

“Meskipun umumnya semua mengalami penurunan, namun bukan berarti kita tidak bekerja,” tegasnya.

Menurut Panca, penurunan jumlah kasus kejahatan di tahun 2021 ini cukup berkaitan dengan pandemi Covid-19 yang tengah terjadi. Di mana selama pandemi kegiatan masyarakat yang cukup banyak berkurang.

“Akan tetapi beberapa kasus menonjol sudah kita tangani. Seperti perampokan di Simpang Limun, pembunuhan dan kekerasan terhadap wartawan, sehingga sejumlah kasus yang menjadi atensi masyarakat dan media selalu dapat kami selesaikan dengan baik. Hal ini tentunya berkat kerjasama yang dilakukan Polda Sumut dengan media,” jelasnya.

Sedangkan untuk penanganan Covid-19, Panca menyebutkan bahwasanya kasus harian yang terjadi sudah mengalami penurunan yang drastis. Begitu juga untuk vaksinasi dosis satu sudah melampaui target 70 persen yakni 75,35 persen.

“Namun yang perlu saya ingatkan, Covid-19 masih tetap ada di tengah-tengah masyarakat. Untuk itu mari kita bersama-sama mencegah dan mematuhi protokol kesehatan dan bagaimana agar ikut vaksinasi,” harapnya.

Dalam kesempatan ini, Panca juga menyampaikan bahwasanya melalui Operasi Lilin 2021 pihaknya bersama stakeholder terkait telah menyiapkan langkah-langkah untuk meminta masyarakat agar tidak berpergian di malam tahun baru untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19 dan juga mengantisipasi penyebaran omicorn.

Di Kota Medan sendiri, kata dia, akan dilakukan penutupan di sembilan titik lokasi keramaian, yakni kawasan Lapangan Merdeka, Kampung Madras, Istana Maimun, Petronas, Cemara Asri, Komplek MMTC/Pancing, Citraland, Komplek Johor City dan Ringroad.

“Karenanya mulai pukul 19.30 besok, Jumat (31/12) Polrestabes Medan didukung TNI dalam penutupan ini memakai sistem ring. Jadi akan kita batasi kendaraan yang melewati sembilan titik ini,” bebernya.

Oleh karena itu, Panca mengajak masyarakat agar bersama-sama menjaga malam tahun baru dengan tidak keluar rumah dan tidak mengadakan pesta. Sebaiknya dia menyarankan, agar berkumpul dengan keluarga dan berdoa kepada Tuhan yang Maha Esa dalam melewati tahun 2021 menyongsong tahun 2022.

“Sebab kalau kita bisa bergandengan tangan dengan baik, tahun baru tidak akan menciptakan gelombang ketiga Covid-19, sehingga Sumut bisa menjadi contoh bagi provinsi lain,” pungkasnya.

Dalam kesempatan ini, Polda Sumut juga melakukan pemusnahan sejumlah barang bukti narkotika hasil tangkapan mereka, seperti sabu-sabu, ekstasi dan happy five. Kegiatan ini juga turut disaksikan oleh Forkopimda Sumut, mulai dari Pangdam I/BB Mayjen TNI Hasanuddin, Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Toga Panjaitan, perwakilan Kejati Sumut, Pemprov Sumut, dan Kabinda Sumut.(riz)