Libur Natal dan Tahun Baru, Kemenhub Fokus Cek Syarat Perjalanan


Fokus
medan.com
: Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi bersama Direktur Lalu Lintas Jalan, Cucu Mulyana pada Jumat (24/12), meninjau langsung arus lalu lintas di Gerbang Tol Cikatama dan Pos Pelayanan Tanjung Pura, Jawa Barat untuk memastikan pelaksanaan penanganan pelaku perjalanan menjelang periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) berjalan dengan baik.

“Saat ini saya sedang berada di Pos Pelayanan Tanjung Pura tepatnya perbatasan Bekasi dengan Karawang, di mana di Pos Pelayanan Tanjung Pura ini disediakan layanan vaksinasi maupun rapid test antigen untuk memudahkan masyarakat yang akan melakukan perjalanan,” jelas Dirjen Budi dalam pernyataannya, Jakarta, Sabtu (25/12).

Dirjen Budi mengatakan hal tersebut sesuai dengan syarat perjalanan yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 109 Tahun 2021 di mana setiap pelaku perjalanan wajib telah divaksin lengkap dan sudah diperiksa dengan hasil negatif rapid test antigen yang berlaku maksimal 1×24 jam, serta menggunakan aplikasi PeduliLindungi selama bepergian.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, lanjut Budi, saat ini Kemenhub fokus untuk melakukan pengawasan persyaratan perjalanan bagi masyarakat yang hendak bepergian. Adapun pos pelayanan yang tersedia bukan hanya sebagai check point, namun apabila saat random sampling terdapat masyarakat yang belum memiliki persyaratan lengkap maka akan diberikan layanan kesehatan oleh petugas terkait.

Berkenaan dengan ini, Kementerian Perhubungan, Kepolisian, Kemenko PMK, maupun pihak terkait telah melakukan kesepakatan bahwa pos-pos yang didirikan di simpul-simpul transportasi seperti Terminal, Pelabuhan, dan lain sebagainya dapat memberikan layanan kepada masyarakat.

Pada kesempatan ini Ditjen Hubdat juga mendirikan pos pelayanan di UPPKB Balonggandu. Oleh karena itu, Kemenhub mengimbau seluruh masyarakat yang akan bepergian wajib melengkapi syarat perjalanan dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Mengutip data dari Jasa Marga yang didapat sebelumnya saat melakukan peninjauan di Gerbang Tol Cikampek Utama, puncak arus keluar Jabodetabek telah terjadi pada tanggal 17 Desember 2021 sebesar 181.865 kendaraan keluar Jabodetabek di 4 GT Utama (Cikupa, Ciawi, Cikampek Utama, dan Kalihurip Utama). Secara total, jumlah kendaraan keluar Jakarta pada periode 17-23 Desember 2021 meningkat sebesar 8,9 persen (1.106.018 kendaraan) atau naik 4,1 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, untuk puncak arus masuk wilayah Jabodetabek terjadi pada tanggal 19 Desember 2021 sebesar 190.868 kendaraan di 4 GT Utama. Untuk arus masuk Jabodetabek ini pada periode 17-23 Desember 2021 naik 7,7 persen (1.081.107 kendaraan). Apabila dibanding periode yang sama tahun lalu maka kenaikan yang terjadi sebesar 12,7 persen. Untuk periode 17-23 Desember 2021 selisih kendaraan yang belum kembali ke Jabodetabek ada sebanyak 24.911 kendaraan.(yaya)