Harga Ikan Mahal, Masyarakat Beralih Konsumsi Ayam

Harga ayam potong kian melonjak. Ist

Fokusmedan.com : Harga ayam potong belakangan terakhir di pasar tradisional Kota Medan dan sekitarnya terus melonjak. Bahkan, harga ayam potong sempat menyentuh angka Rp37.000 per kilogram (Kg).

Ekonom Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, melonjaknya harga ayam dikarenakan ketersediaan ikan segar di pasar yang menurun atau bahkan langka untuk beberapa jenis ikan segar telah memicu kenaikan harga ikan itu sendiri. Sehingga masyarakat mengalihkan konsumsinya ke sumber protein lain khususnya daging ayam.

“Dari hasil pantauan, harga ayam potong untuk 1 kg ayam hidup dikisaran Rp23 hingga Rp25 ribu per kg. Sementara khusus untuk ayamnya saja harganya itu dikisaran angka Rp35 hingga Rp37 ribu per Kg nya. Cukup mahal memang, dan pemulihan harga daging ayam ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar,” ujarnya, Jumat (24/12/2021).

Menurutnya, peternak ayam harus menambah pasokannya dan baru bisa dipanen dalam kurun waktu 1 hingga 1,5 bulan kemudian. Akan tetapi, tidak lantas semua peternak akan menambah jumlah ternak ayamnya mengingat akibat dari kelangkaan ikan segar ini dipicu oleh tingginya gelombang laut yang membuat nelayan enggan melaut.

Ia melanjutkan, ada risiko bagi peternak yang menambah pasokan, dikhawatirkan adalah kemungkinan harga kembali anjlok jika nantinya pasokan ikan kembali melimpah di pasar. Tetapi untuk peternak yang menjadi mitra (plasma) perusahaan tertentu, mereka akan menambah pasokan yang nantinya akan membuat harga daging ayam mencapai titik keseimbangan baru (turun).

“Saat ini, masyarakat mulai merubah pola konsumsinya. Untuk masyarakat yang mengkonsumsi daging babi, sejak ada flu babi Afrika¬†¬†yang sempat memicu kenaikan harga ternyata konsumen tersebut belum sepenuhnya kembali ke pola konsumsi semula, memakan ayam,” tuturnya.

Seiring dengan hal tersebut, sambungnya, daging ayam ternyata masih menjadi alternatif pengganti daging babi. Ini juga membuat tren konsumsi daging ayam tetap tinggi. Namun, kalau berbicara harga, harga daging ayam yang bertahan mahal di atas Rp33 ribu per Kg itu biasanya tidak berlangsung lama hal ini kerap diimbangi dengan ketersediaan stok di pasar.

“Jika tren konsumsi daging masyarakat naik nantinya meski karena faktor cuaca atau pemulihan daya beli, harga ayam akan kembali ke titik keseimbangan yang semula. Selama itu tidak ada kenaikan biaya produksi. Dan menjelang Nataru, harga ayam akan bertahan di level sekarang tetap ada fluktuasi ringan, karena memang saat liburan stok dipasar ini juga kerap terganggu dan harga kerap naik turun,” pungkasnya.(ng)