Yasonna: Sertifikat BUMDes Harus Picu Tumbuhnya Usaha dari Desa


Fokus
medan.com
: Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly berharap peluncuran Sertifikat Badan Hukum Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi pemicu lahir dan tumbuhnya badan usaha desa di Indonesia. Yasonna berharap terobosan ini turut meningkatkan tata kelola Dana Desa untuk kemajuan masyarakatnya.

Peluncuran Sertifikat Badan Hukum BUMDes sebelumnya dilakukan Presiden Joko Widodo dalam Rakornas BUMDes 2021 pada Senin (20/12) pagi tadi. Yasonna mendampingi Presiden Jokowi dalam acara tersebut, bersama sejumlah menteri lainnya.

“Sertifikat BUMDes kita harapkan menjadi bukti usaha desa adalah unit usaha yang layak dan professional, sembari tetap mengingat pesan Pak Presiden, sertifikat tak hanya secarik kertas. Sertifikat usaha harus jadi pemicu lahir dan tumbuhnya usaha dari desa,” ucap Yasonna, usai menghadiri acara peluncuran Sertifikat Badan Hukum BUMDes, di Jakarta, Senin (20/12).

Menurutnya, sertifikat badan hukum diperlukan BUMDes dan BUMDesma sebagaimana amanat ketentuan Pasal 9 ayat (5) Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa dan Permenkumham 40 tahun 2021 tentang Penerbitan Sertifikat Pendaftaran Badan Hukum Badan Usaha Milik Desa / Badan Usaha Milik Desa Bersama.

Pendaftaran Badan Hukum BUMDes dilakukan dengan aplikasi SID (Sistem Informasi Desa), kemudian diverifikasi oleh kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang desa, pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi.

Selanjutnya, Data BUMDes yang lolos verifikasi disampaikan kepada Kementerian Hukum dan HAM melalui aplikasi SABH (Sistem Administrasi Badan Hukum), dan kemudian diterbitkan sertifikatnya secara elektronik.

“Agar pembangunan desa lebih berkesinambungan, dana desa dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang kini tumbuh menjadi 57.200 usaha,” ujar Yasonna.

Yasonna lalu menanggapi pernyataan Presiden Jokowi yang mengatakan pentingnya tata kelola yang baik terkait Dana Desa. Mengingat besarnya anggaran negara yang dialokasikan untuk Dana Desa mencapai Rp400 triliun sejak 2015 hingga 2021.

Menurut Yasonna, besarnya kucuran anggaran untuk Dana Desa adalah bentuk komitmen pemerintah untuk memajukan desa, menyejahterakan masyarakatnya, dan mengurangi kesenjangan.

“Anggaran ini membuat desa tak lagi terpinggirkan, infrastruktur dibangun, penerangan lebih oke, ekonomi pun lebih merata,” ungkap Ketua Bidang Hukum, HAM, dan Perundang-Undangan DPP PDIP¬†itu.(yaya)