Heboh Video Awan Berbentuk Lingkaran di Tangsel, Ini Penjelasan BMKG


Fokus
medan.com
: Fenomena awan membentuk lingkaran menyerupai tornado, menghebohkan masyarakat Kota Tangerang Selatan. Video yang diunggah warganet ke media sosial itu mendapat beragam tanggapan.

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Tangerang Selatan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Yanuar Henry Pribadi mengungkapkan, awan yang melingkar tersebut akan menimbulkan peristiwa puting beliung, jika lingkaran tengah pada bentuk awan itu menyentuh tanah.

“Itu biasa disebut sebagai angin puting beliung apabila mencapai tanah. Biasa terjadi dari awan-awan konvektif seperti awan comulonimbus atau di sebut CB dalam dunia ilmu meteorologi,” ungkap Yanuar, Minggu (19/12).

Dia menyebutkan, fenomena lingkaran awan comulonimbus itu akan menimbulkan kerusakan ringan, jika mengenai pepohonan dan bangunan.

Dia menyebutkan bahwa, peristiwa puting beliung itu umumnya terjadi pada kecepatan angin kurang lebih 70 meter per second.

“Angin tersebut biasa terjadi dengan kecepatan kurang dari 70 m/s kalau memakai skala Fujita. Skala fujita adalah skala yang digunakan untuk kecepatan angin putar seperti angin tornado.
Untuk di skala Fujita masuk ke dalam skala F0 yang menyebabkan kerusakan ringan,” beber Yanuar.(yaya)