Komitmen Konservasi Agincourt Resources  untuk Barumun Tiger Sanctuary

Penyerahan bantuan perlengkapan bekerja untuk karyawan Barumun Tiger Sanctuary. Ist

Fokusmedan.com : PT Agincourt Resources  (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe  terus berupaya mendukung konservasi alam,  salah satunya dengan memberikan bantuan perlengkapan keamanan bekerja seperti sepatu  lapangan, ransel, dan jas hujan berstandar tinggi  untuk para karyawan Barumun Tiger Sanctuary yang dikelola oleh Yayasan Persamuhan Bodhicitta Mandala Medan (YPBMM).

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan, Kamis (9/12/2021) oleh Direktur Hubungan Eksternal  PTAR Sanny Tjan kepada Ketua Umum YPBMM  Eddy dan disaksikan langsung oleh Kepala Sub  Bagian Data Evlap dan Kehumasan Balai Besar  Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara Andoko Hidayat.

“Dukungan kepada Barumun merupakan salah  satu upaya kami untuk berkontribusi terhadap konservasi alam, khususnya di Sumatra Utara  dan Batangtoru. Barumun Tiger Sanctuary memiliki banyak karyawan berdedikasi tinggi  yang bersemangat melakukan konservasi demi kelestarian alam,” katanya melalui siaran tertulis, Selasa (14/12/2021).

Sebelumnya, pihaknya juga telah mendonasikan mobil penyelamat satwa yang dilengkapi kandang dan peralatan penyelamatan. Semoga bantuan tersebut bermanfaat dan tentu ke depannya akan bekerjasama dan berkontribusi lebih jauh pada upaya-upaya konservasi.

Ketua Umum YPBMM Eddy menyampaikan terima kasih kepada PTAR, karena dengan bantuan yang telah diberikan selama ini benar-benar bermanfaat untuk Barumun Tiger  Sanctuary yang terus berupaya meningkatkan  populasi harimau Sumatra dengan berbagai  cara, antara lain dengan mengembangkan  habitat kantong harimau, meningkatkan  penegakan hukum terhadap perdagangan  satwa liar khususnya untuk menyelamatkan  harimau Sumatra dari konflik dan mengembalikannya ke alam.

“Dengan adanya pusat rehabilitasi ini berharap  dapat meningkatkan populasi harimau dan  menekan ancaman kepunahan,” ujarnya.

Senada, Kepala Sub Bagian Data Evlap dan  Kehumasan BBKSDA Sumut Andoko Hidayat menuturkan, tren konflik harimau Sumatra  semakin meningkat, sementara populasinya  terus menurun. Adapun, penanggulangan  konflik bekerja sama dengan pihak seperti  Barumun Sanctuary Tiger sangat membantu.

Berdasarkan data BBKSDA Sumut pada 2020,  populasi harimau Sumatra di provinsi ini hanya  bersisa sekitar 33 ekor, sementara di  keseluruhan Pulau Sumatra terdapat sekitar  400-600 ekor.

Sebelumnya, pada 2020, PTAR telah mendukung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan  (KLHK) melalui BBKSDA Sumut untuk melepasliarkan harimau Sumatra Sri Nabilla ke  Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan  dari PTAR. Dalam penanganan konflik harimau  baru-baru ini kami juga terbantu dengan adanya kandang dan peralatan penyelamatan dari PTAR. Kerja konservasi ini tidak bisa sendiri. Kami berharap bisa terus bersinergi untuk upaya-upaya konservasi ke depan supaya semakin  baik, sehingga tercipta keselarasan antara  ekologi dengan ekonomi sosial,” tutur Andoko.

Manajer Senior Komunikasi Korporat PTAR  Katarina Siburian Hardono mengungkapkan Perusahaan akan konsisten berupaya untuk  mendukung berbagai inisiatif konservasi dan keanekaragaman hayati, khususnya yang ada  di dan sekitar operasional Tambang  Emas Martabe.

“Pemulihan habitat hutan melalui reklamasi dan  rehabilitasi konsisten dilakukan demi perlindungan keanekaragaman hayati.  Keseluruhan upaya pengelolaan lingkungan pun sudah dirangkum dalam Kode Etik PTAR. Pengelolaan keanekaragaman hayati untuk  dilaksanakan dan dimonitor secara ketat,” pungkas Katarina.(ng)