Seorang Pria di Tanjung Balai Hajar Ayah Tiri Hingga Babak Belur

Ist/fokusmedan.com

Fokusmedan.com : Seorang pria bernama Teguh Indara Laksamana Margolang (30) mengamuk dan memukuli ayah tirinya hingga bagian wajah berlumuran darah.

Korban Burhanuddin Minka (57) yang tidak terima dengan perbuatan anak tirinya, lalu membuat laporan ke Polres Tanjung Balai.

Polisi yang menerima laporan kasus penganiyaan ini, akhirnya menangkap pelaku penganiayaan, yang merupakan anak tiri korban.

“Iya, yang bersangkutan sudah kita amankan atas kasus dugaan penganiyaan,” kata Kapolres Tanjung Balai AKBP Triyadi kepada wartawan, Minggu (12/12/2021).

Ia mengatakan kejadian penganiayaan terjadi pada Sabtu (20/11/2021) malam, di Gang Aman Lingkungan XII Kelurahan Pulau Simardan Kecamatan Datuk Bandar Timur Kota Tanjung Balai.

“Korban pulang ke rumahnya dan melihat tersangka sedang bertengkar dengan ibu kandungnya nya (istri korban),” ungkap Triyadi.

Melihat pertengkaran itu, kata Kapolres, korban lalu menasehati tersangka, namun tersangka tidak senang dan kemudian melakukan pemukulan terhadap korban.

Tersangka meninju bagian pelipis mata sebelah kiri korban dengan menggunakan tangan kanannya sebanyak 2 kali lalu memukul punggung korban sebanyak 1 kali juga dengan menggunakan tangan kanan,” ungkap Triyadi.

Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka berdarah pada bagian pelipis mata sebelah kiri selanjutnya Melaporkan Kejadian tersebut ke Polres Tanjung Balai untuk ditindak lanjuti sesuai dengan hukum yang berlaku.

Lanjut, Kapolres menerangkan, pihaknya yang mendapat laporan itu kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut. Jumat (10/12/2021) malam kemarin, tersangka ditangkap saat berada di warnet di Gang Aman, Kota Tanjung Balai.

“Tersangka kita amankan saat berada di Warnet,” ucapnya.

Usai meringkus tersangka yang sehari-harinya bekerja sebagai nelayan ini, polisi lalu memboyongnya ke Polres Tanjung Balai guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Akibat perbuatannya, polisi menjerat tersangka dengan Pasal 351 KUHPidana dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun kurungan penjara.

(Rio)