Polisi Tembak Pelaku Begal yang Buat Korbannya Jatuh Terseret

Polisi tembak pelaku begal. Ist

Fokusmedan.com : Rofenna Sihombing (52) warga Jalan Trikora, Gang Bersatu, Kecamatan Medan Denai masih terbaring di RS Bina Kasih karena pendarahan di bagian kepala akibat dirampok.

Kejadian bermula pada Senin (6/12/2021) pukul 05.00 WIB di Jalan Aksara, Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung korban bersama anak dan isterinya hendak bergegas ke Pasar MMTC.

Dalam perjalanan pelaku bernama Muhammad Aidil alias Kudil (25) warga Jalan Gurilla, Gang Langgar, Sei Kera Hilir, Medan Perjuangan mengendarai sepeda motor memepet korban. Lalu pelaku menarik tas sandang yang dikenakan korban sehingga jatuh ke aspal.

Akibatnya bagian kepala korban terbentur aspal dan mengalami pendarahan. Hingga saat ini korban masih dirawat di RS Bina Kasih, Sunggal. Kejadian ini pun sempat terekam CCTV dan viral di media sosial.

Kapolsek Peruct Seituan Kompol M Agustiawan dalam keterangan persnya, Kamis (9/12/2021) didampingi Kanit Reskrim Iptu Bambang Nurmiono menerangkan dari laporan pihak korban langsung dilakukan penyelidilikan. Dalam kurang waktu tidak sampai 24 jam pelaku berhasil diringkus.

“Dari hasil penyelidikan pelaku kita ketahui berada di kawasan Jalan Willem Iskandar, Gang Murni, Kelurahan Sei Kera Hilir, Medan Perjuangan. Pelaku kita ringkus dan mengakui perbuatannya telah merampok korban,” ujar Kompol Agustiawan.

Sambung dia lagi, saat dilakukan pengembangan mencari barang bukti pelaku mencoba melawan dan melarikan diri dan akhirnya diambil tindakan tegas terukur.

“Barang bukti yang kita amankan sepeda motor milik pelaku yang digunakan saat beraksi, ponsel milik pelaku, rekaman CCTV, pakaian milik pelaku, ponsel milik korban dan kaleng susu milik korban,” tutur Agustiawan.

Dari catatan kepolisian, Agustiawan menambahkan pelaku merupakan residivis kasus yang sama.

“Pelaku pernah beraksi di Jalan HM Yamin dua kali dekat RSUD dr Pringadi, Jalan Pancing depan sekolah MAN 2, Jalan AR Hakim dan terakhir di Jalan Aksara. Pelaku dijerat Pasal 365 ayat 2 dengan ancaman diatas tujuh tahun penjara,” tuturnya.(Rio)