Masyarakat Diminta Patuh Aturan demi Keselamatan di Perlintasan Sebidang

Ilustrasi kereta api di stasiun Medan. Ist

Fokusmedan.com : Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kereta api Srilelawangsa dan angkutan umum yang terjadi di perlintasan  sebidang Jalan Sekip Medan, Sabtu  (4/12) lalu merupakan contoh nyata masih rendahnya kepatuhan pengguna jalan terhadap aturan dan  rambu-rambu.

“Diperlukan kesadaran dari setiap pengguna  jalan untuk mematuhi seluruh rambu-rambu dan isyarat yang ada saat melalui perlintasan sebidang. Hal ini dikarenakan keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab setiap individu,” ujar Vice President PT KAI Divisi Regional I Sumatera Utara, Yuskal  Setiawan, Rabu (8/12/2021).

Untuk menghindari terjadinya kecelakaan di perlintasan sebidang, lanjutnya, pengguna jalan diwajibkan menaati aturan dengan berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup dan atau ada isyarat lain.

“Pengguna jalan juga wajib mendahulukan perjalanan kereta api dan memberikan hak  utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas rel,” ujarnya.

Aturan tersebut telah tertuang dalam Pasal  114 UU Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Mendahulukan perjalanan kereta api di perlintasan sebidang juga secara tegas diatur pada UU Nomor 23 Tahun 2007  Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Perkeretaapian.

“Sejak tahun 2019, PT KAI Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat terjadi 104  kecelakaan lalu lintas pada perlintasan sebidang. Oleh karena itu, diperlukan juga penindakan bagi setiap pelanggar agar menimbulkan efek jera dan meningkatkan  kedisiplinan para pengguna jalan,” ujarnya.

Manajeman KAI berharap pihak kepolisian  harus lebih agresif lagi untuk menindak pelanggar di perlintasan sebidang. Evaluasi  perlintasan sebidang juga harus dilakukan oleh  pemerintah dengan melibatkan pihak terkait lainnya secara berkala.

“Keselamatan di perlintasan sebidang akan tercipta jika didukung oleh pemerintah dan  seluruh unsur masyarakat. Dibutuhkan  kepedulian dari seluruh stakeholders guna menciptakan keselamatan di perlintasan  sebidang,” tutup Yuskal.(ng)