Polda Sumut Terus Sosialisasikan Penerapan PPKM Level 3 Nataru


Fokus
medan.com : Polda Sumut terus sosialisasikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 saat Natal 2021 dan Tahun Baru (Nataru) 2022.

Penerapan PPKM Level 3 Nataru ini berdasarkan kebijakan yang dituangkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 62 Tahun 2021.

Adapun aturan PPKM level 3 saat Liburan Natal dan Tahun Baru yang dimulai tanggal 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2021 yakni

1. Dilarang melakukan pesta kembang api, pawai, arak-arakan yang mengumpulkan kerumunan besar

2. Dilarang pulang kampung dengan tujuan tidak priemer

3. Dilarang berpergian selama Natal dan Tahun Baru

4. Menutup fasilitas umum seeprti alun-alun dan lapangan terbuka

5. Pemerintah memperketat aturan perjalanan naik transportasi umum, minimal vaksin Covid-19 tahap pertama

6. Dilarang mengambil cuti dan memanfaatkan libur nasional saat Nataru selama PPKM level 3 bagi ASN, Polri, TNI dan karyawan swasta

7. Selama PPKM Level 3, kegiatan di tempat ibadah maksimal kapasitas 50 persen

8. Pembatasan jumlah pengunjung bioskop hingga 50 persen

9. Pembatasan jumlah pengunjung di tempat makan, minum, cafe dan restoran dengan kapasitas maksimal 50 persen

10. Pembatasan jumlah pengunjung di pusat perbelanjaan maksimal 50 persen sampai pukul 21.00 WIB dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Terkait pelaksanaan tersebut, Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Hadi Wahyudi menyampika , pihaknya sendiri sudah siap melaksanakan penerapan PPKM Level 3.

“Kita siap melaksanakan penerepan PPKM Level 3,” sebutnya kepada wartawan, Senin (29/11).

Ia mengatakan, tidak ada pos penyekatan tapi yang ada pos pengamanan (Pospam).

“Yang ada Pos pengamanan, bukan pos penyekatan. Dimana di pos itu tetap memberlakukan mekanisme aturan saat Nataru. Seperti cek tubuh, swab antigen dan rapid itu pasti ada,” ujarnya.

Penerapan PPKM Level 3 saat liburan Nataru ini, lanjutnya, lebih melakukan pengetatan terhadap aturan yang berlaku.

“Tidak ada penyekatan, yang ada itu pengetatatan,” ungkapnya.

Pengetatan itu sasarannya pada lokasi hiburan, wisata, perbelanjaan, restoran dan angkutan umum.

“Jam operasional, kapasitas pengunjung harus 50 persen, begitu juga dengan kapasitas penumpang kendaraan mobil dan angkutan umum lainnya,” bebernya.

Terhadap pemilik atau pengusaha bus dikmbau untuk tetap menjalankan penerapatan protokol kesehatan yang ketat.

“Seperti, tempat duduknya tiga harus dikosongkan satu,” tandasnya.(ril)