Polisi Spanyol Demo Tolak Usulan Reformasi UU Keamanan untuk Cegah Kekerasan Aparat


Fokus
medan.com : Ribuan polisi Spanyol berkonvoi di Madrid pada Sabtu untuk memprotes usulan reformasi undang-undang keamanan yang mereka sebut dapat menghambat kemampuan mereka dalam melaksanakan tugas.

Politikus dari tiga partai konservatif utama Spanyol bergabung dengan petugas polisi memprotes usulan perubahan Undang-Undang Keamanan Warga tahun 2015, yang menurut para kritikus melanggar hak untuk berunjuk rasa dan membatasi kebebasan berekspresi.

Dijuluki “Hukum Gag” oleh para penentangnya, UU ini memungkinkan pihak berwenang untuk mendenda organisasi media karena mendistribusikan gambar polisi yang tidak sah, secara ketat membatasi demonstrasi dan memberlakukan denda berat bagi pelanggar.

Dalam reformasi UU yang diusulkan pemerintahan sayap kiri Spanyol ini, termasuk tidak lagi mengklasifikasikan pengambilan foto atau merekam polisi saat demonstrasi sebagai pelanggaran serius.

Di bawah perubahan tersebut, polisi juga harus menggunakan senjata yang tidak terlalu berbahaya dalam menghadapi unjuk rasa setelah sejumlah orang terluka parah oleh peluru karet yang ditembakkan petugas.

Masa penahanan demonstran yang ditangkap akan dipotong dari enam jam menjadi dua jam dan denda akan sebanding dengan berapa banyak yang didapat pelanggar.

“Mereka harus membiarkan undang-undang saat ini sebagaimana adanya atau membuatnya lebih baik untuk polisi dan warga,” jelas petugas Garda Sipil Vanessa Gonzalez kepada Reuters, dikutip Minggu (28/11).

“Ada penentangan kuat terhadap (reformasi) undang-undang ini. Ini bertentangan dengan polisi kami dan kami tidak akan membiarkannya terjadi,” kata Ivan Espinosa de los Monteros, dari partai sayap kanan Vox.

Namun, Isa Serra, juru bicara partai sayap kiri Unidas Podemos, mengatakan saat kampanye di Cantabria di Spanyol utara, UU tersebut telah “banyak merusak demokrasi Spanyol”.(yaya)