Kadinkes Payakumbuh Jadi Tersangka Kasus Penyimpangan Dana Covid-19


Fokus
medan.com
: Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Payakumbuh menetapkan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Bakhrizal sebagai tersangka kasus penyimpanan dana Covid-19 pada tahun 2020. Kejari belum merinci jumlah kerugian terkait kasus tersebut.

“Sejauh ini kita menetapkan satu tersangka yakni BKZ, dalam kasus ini,” kata Kepala Kejari Payakumbuh Suwarsono, Jumat (26/11).

Dia mengatakan, sementara tersangka tidak dilakukan penahanan karena berstatus sebagai salah satu anggota Satgas Penanganan Covid-19.

Penetapan tersangka sendiri dilakukan Kejari setelah pihaknya melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi, di antaranya Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, Perumda Tirta Sago, dan RSUD dr Adnaan WD Kota Payakumbuh pada Senin (15/11) lalu.

“Dari penggeledahan itu, kami (Kejari) mengamankan sejumlah dokumen, mulai dari ruangan kepala dinas, gudang dan sejumlah tempat lainnya,” jelas Suwarsono.

Usai penggeledahan, Kejari melakukan pendalaman, dan akhirnya menetapkan tersangka terhadap BKZ tersebut.

Sementara itu Kuasa Hukum Kadinkes Kota Payakumbuh Setia Budi menyampaikan, jika kliennya pada 25 November 2021 ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi soal dana APD Covid-19.

“Beliau telah menjawab, sesuai dengan apa yang telah dilaksanakan selaku penguasa pengguna anggaran pengadaan APD Covid-19,” bebernya.

Dia mengatakan, kliennya sudah melaksanakan pemeriksaan secara kooperatif, dan memberikan keterangan dengan apa adanya. “Ada 22 pertanyaan yang ditanyakan saat pemeriksaan pada Kamis (25/11) kemarin, dari jam 2 siang hingga jam 6 sore,” jelasnya.

Dalam penetapan tersangka itu, dia mengakui mengajukan surat penangguhan penahanan, karena alasan yang bersangkutan dibutuhkan untuk penanganan Pandemi Covid-19. Kejari sendiri masih menyiapkan kelengkapan berkas, dan pendalaman, untuk P21 dan dilanjutkan ke persidangan.(yaya)