Longsor di Sibolangit Tunda Penurunan Harga Cabai Merah

Longsor diSibolangit tunda penurunan harga pangan. Ist

Fokusmedan.com : Longsor yang sempat terjadi di Sibolangit dan memutus akses jalan Medan-Berastagi belum membuat harga pangan mengalami kenaikan di minggu ini.

Pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, longsor yang terjadi pada Selasa (16/11/2021) kemarin belum menunda penurunan harga cabai merah walaupun sejauh ini sejumlah harga sayur mayur dari dataran rendah mengalami kenaikan.

“Saya belum bisa menyimpulkan apakah dipengaruhi oleh lalu lintas yang terputus, sehingga pasokan sayuran dari tanah Karo terganggu, yang bisa memicu peralihan (subtitusi) ke komoditas sayuran lainnya. Atau justru memang panen dari sayuran dataran rendah yang menurun atau mengalami gangguan,” katanya, Jumat (19/11/2021).

Menurut Gunawan, pelajaran berharga yang bisa diambil dari longsor tersebut adalah adanya gangguan distribusi serius. Longsor yang terjadi sore hari menjelang malam itu memang mampu diantipasi oleh para distributor, mereka langsung memutar mengambil jalan dari wilayah gunung Sinabung ke arah telagah sampai ke Binjai.

“Alhasil pasokan tidak mengalami gangguan, tetapi banyak pasokan barang yang datang terlambat di pasar induk lau chi maupun pasar tradisional di Medan,” terangnya.

Medan, kata dia, masih sangat bergantung pada pasokan kebutuhan hortikultura dari wilayah Karo dibandingkan dari wilayah produsen tanaman hortikultura lainnya dari dataran rendah. Satu komoditas ini ternyata sangat terpengaruh akibat putusnya jalur distribusi tersebut akibat longsor di Sibolangit.

Harga cabai merah contohnya, di awal pekan pasokan cabai merah ini mulai berdatangan dari wilayah Aceh, Batubara bara bahkan cabai dari wilayah Jambi juga masuk ke pasar di Medan. Tetapi harga cabai merah hingga Rabu di tingkat pedagang pengecer di pasar tradisional masih bertahan dikisaran angka Rp40 ribuan per Kg.

Pada Kamis harga turun ke level Rp30 ribuan per Kg dan hari ini dijual dalam rentang Rp27 hingga Rp30 ribu per Kg.

“Saya menilai, jalur distribusi yang terputus tersebut sempat menahan laju penurunan harga cabai merah. Karena berdasarkan kabar yang saya terima dari sejumlah pedagang, jalur baru bisa dibuka kembali sekitar 24 jam setelahnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, beberapa pedagang juga ada yang sempat menghentikan aktivitasnya sementara akibat longsor. Jadi longsor tersebut berhasil menunda penurunan harga cabai merah.

“Pengamatan saya sejauh ini seperti itu. Jadi dampak dari bencana alam ini tidak bisa disepelekan, karena sangat mempengaruhi pengeluaran belanja para ibu rumah tangga di wilayah Sumut secara keseluruhan,” pungkasnya.(ng)