IOM Kampanye 30 Hari Akhiri Kekerasan Terhadap Perempuan dan Migran

Sosialisasi pencegahan dan penanganan TPPO oleh IOM. Ist

Fokusmedan.com : Sosialisasi pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang dilakukan oleh Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) berkolaborasi dengan Pemko Medan diharapkan berdampak positif kepada masyarakat.

Perwakilan IOM di Medan bagian Project Asisstant II-CTLM, Bambang F Wibowo saat diskusi berlangsung mengatakan bahwa kegiatan ini menandai peringatan 30 tahun Kampanye 16 hari “Akhiri Kekerasan terhadap Perempuan dan Migran” sejak dimulainya pada tahun 1991.

“IOM Indonesia melihat ini sebagai kesempatan khusus untuk terlibat dengan para pembuat perubahan, migran, pengungsi, dan publik untuk berbicara tentang mengakhiri kekerasan terhadap pengungsi dan migran perempuan,” katanya, Kamis (18/11/2021).

Kegiatan yang berlangsung sejak Rabu (17/11) hingga Kamis (18/11) di Kelurahan Amplas, Kecamatan Medan Amplas diikuti lebih kurang 20 peserta dari kalangan masyarakat. Tujuan kampanye ini agar masyarakat mampu mencegah terjadinya TPPO disetiap lingkungan yang ada di Kelurahan Amplas.

Dalam pelatihan yang mengangkat tema ‘Sosialisasi pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan diskusi partisipasi pembentukan duta anti trafficking di Kota Medan’ juga dihadiri berbagai narasumber salah satunya dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polrestabes Medan.

Panit PPA Polrestabes Medan Iptu Masrahati Sembiring yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa kegiatan ini sangat positif dilakukan dikalangan masyarakat. Apalagi, tindak pidana perdagangan orang (TPPO) sering terjadi disekitar lingkungan kita.

“Terkait kegiatan ini kami sangat senang dan seluruh peserta bisa jadi intelijen yang kita harapkan untuk memberi informasi awal kepada pihak kepolisian tentang adanya upaya TPPO,” katanya, Kamis (18/11).

Menurut Masrahati bahwa pihaknya telah melakukan upaya-upaya preventif dan represif terkait pencegahan tindak pidana perdagangan orang.

“Kami semaksimal melakukan upaya-upaya preventif dan represif. Kami melakukan penyuluhan di lapangan dari berbagai pihak untuk preventif dari fungsi Binmas, Intel dan Sabhara dan dari fungsi represif dari reskrim apabila terjadi tindak pidana kami akan melakukan penegakan hukum sampai ke tahap penuntutan,” terangnya.

Masrahati mengungkapkan bahwa saat ini, unit PPA Polrestabes Medan banyak menangani kasus kekerasan yang terjadi pada anak dan perempuan.

“Polrestabes sendiri laporan yang banyak diterima di unit PPA adalah tindak kekerasan kepada perempuan dan anak, pencabulan, KDRT dan tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Salah seorang peserta pelatihan Susanti mengakui bahwa selama dua hari ikut dalam pelatihan ini, dirinya banyak mengetahui tentang TPPO.

“Selama dua hari ini sosialisasi tentang TPPO dan banyak terjadi di lingkungan sekitar dan sangat bahaya bahkan penjualan organ tubuh juga bisa terjadi. Dengan pelatihan ini, saya dapat mengerti bahayanya terutama pada perempuan dan anak rentan terhadap TPPO apalagi di media sosial yang lagi marak dan dari pelatihan ini kita bisa tahu dan bisa melaporkan jikalau ada TPPO disekitar kita,” ucapnya.

Sementara peserta lainnya dari karang taruna Surya Sofyan menambahkan bahwa dengan pelatihan tersebut, banyak nilai positif yang didapat.

“Selama dua hari ini banyak nilai positif yang kami dapat dan bisa melakukan pencegahan TPPO disekitar kita dan kita juga bisa menginformasikan apa yang saya dapat dalam pelatihan ini dan kita akan sosialisasikan bahayanya,” tambahnya.(ng)