Harga Cabai Merah Turun, Sumut Bebas dari Ancaman Inflasi

Harga cabai merah di Sumut tembus Rp50.000 per kg. Ist

Fokusmedan.com : Pengendalian inflasi di Wilayah Sumatera Utara (Sumut) masih terbilang sangat baik meskipun di bulan ini sudah terlihat adanya kemungkinan tekanan inflasi akibat kenaikan sejumlah bahan kebutuhan masyarakat.

Ekonom Sumut Gunawan Benjamin mengatakan, beberapa komoditas seperti cabai merah, minyak goreng, telur masih bertahan dengan angka yang mahal dan cenderung mengalami kenaikan belakangan ini.

Di sisi lain, sejumlah kebutuhan sayur-mayur lainnya terlihat sudah mulai menunjukan adanya pemulihan. Tomat menjadi salah satu sayuran  yang mulai membaik harganya setelah sempat turun tajam sebelumnya.

Selain tomat, wortel dan kentang juga mengalami pemulihan harga belakangan ini. Diantara sejumlah harga kebutuhan pokok tersebut, masih ada bawang merah beserta cabai rawit yang harganya anjlok.

Sementara itu, untuk harga cabai merah yang sempat menyentuh Rp50 ribu per Kg dan hari ini turun sangat dalam. Di mana harga cabai merah di tingkat petani dari wilayah Batubara berkisar Rp14 ribu per Kg. Dan harga cabai merah dari petani di Kabupaten Karo berkisar Rp20 ribuan per Kg artinya harga cabai merah berpeluang untuk turun lagi dikisaran 30 ribuan per Kg.

Sementara itu, kata dia, inflasi secara year to date (tahun berjalan 2021) Sumut masih di bawah angka 1%.

“Saya melihat di November ini Sumut memang berpeluang untuk mencetak inflasi. Tetapi sepertinya masih belum akan membuat inflasi Sumut naik dan menjauh dari angka 1% hingga penutupan akhir tahun,” katanya, Senin (15/11/2021).

Menurutnya, di Desember juga tidak akan ada ancaman besar terkait potensi kenaikan harga yang tinggi. Kebijakan pemerintah yang tetap membatasi ruang gerak masyarakat di perayaan Natal dan Tahun Baru tetap menjadi salah satu indikasi bahwa Desember tidak akan jadi ancaman besar bagi laju kenaikan harga.

Pada dasarnya inflasi yang tinggi bisa menjadi indikator bahwa terjadi pemulihan ekonomi yang baik walaupun belakangan pandemi telah menekan pertumbuhan ekonomi. Namun inflasi di Sumut justru bergerak dengan mencatatkan kinerja yang baik menyesuaikan perlambatan ekonomi 2 tahun terakhir, dengan demikian daya beli masyarakat masih terjaga.

“Ini merupakan kerja keras yang membuahkan hasil. Dan meskipun kita tidak melihat adanya ancaman laju inflasi yang besar di bulan depan. Tetapi kita juga tidak bisa terus berdiam diri. Sejauh ini cabai merah masih menyisahkan ketakutan akan adanya laju inflasi yang naik secara tiba-tiba,” ujarnya.

Namun dari hasil pantauan di lapangan, tambahnya, sejumlah wilayah seperti Batubara, Aceh yang merupakan wilayah penghasil cabai juga sudah memasuki masa panen. Berbeda dengan kondisi sebelumnya, dimana dua wilayah ini tidak membanjiri cabainya di pasar induk Lau Chi yang sempat memicu kenaikan cabai merah mencapai Rp50 ribu per Kg.(ng)