Guru Madrasah Ibtidaiyah di Deli Serdang Terapkan Konsep Literasi, Ini Tujuannya

Kementerian Agama Deliserdang melaksanakan Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKGMI), dengan konsep literasi. Ist/fokusmedan.com

Fokusmedan.com : Guna meningkatkan daya minat pelajar dalam menempah ilmu di bangku sekolah, Kementerian Agama Deliserdang melaksanakan Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKGMI), dengan konsep literasi.

Kegiatan yang dihadiri 200 guru madrasah ibtidaiyah dari 3 kecamatan yakni Tanjungmorawa, Delitua dan Percutseituan berlangsung di wisma Tanjung Indah, Tanjungmorawa, Rabu (10/11/2021).

Fasilator Daerah Deli Serdang, Nurchasaini, S.Pd.I mengatakan, dalam dunia pendidikan khususnya bagi guru sebagai tenaga pendidik maka konsep-konsep pembelajaran terus dilakukan pembaruan seperti konsep yang saat ini diberikan yakni literasi.

Baca Juga : OJK Cabut Izin OVO Finance Indonesia, Ini Penjelasannya

“Nah untuk materi KKG Deliserdang menggunakan literasi dengan menggunakan media media Big book dan Fonologis. Kalau media Big book itu untuk guru lebih aktif sehingga anak itu tingkat ingin tahunya tinggi. Untuk Fonologis itu pelajaran untuk bunyi baik bunyi kata, kalimat maupun yang lain,” ujarnya.

Lanjut Nurchasaini, tujuan KKG ini tetap membuat guru lebih aktif jadi kegiatan belajar mengajar bisa lebih baik dengan metode literasi.

“Dan tentunya konsep literasi ini bisa dipakai di semua mata pelajaran dan silabus,” ungkapnya.

Dalam kegiatan Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah ini turut hadir, Kakan Kemenag Deli Serdang, Drs.H Abdul Haris Hasibuan.M.AP, Kasih Pedmad Deli Serdang, Muhammad Qodri Syah Hsb,M.Ag dan Pedmad Deli Serdang, Hj.Sri Rostina, S.Ag, M.Si.

Sementara itu, Ketua Panitia KKG MI, Nuriman Budi Prayogo, S.pd menambahkan dalam kegiatan KKG ini khususnya untuk wilayah di Deliserdang dengan tujuannya untuk guru-guru MI silahturahminya baik dan menjadi profesional.

“Jumlah peserta karena 9 kelompok maka dihadiri sekitar 200 orang. Konsepnya in on in. Jadi para guru tahu metode terbaik,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Nuriman, dalam kegiatan ini, harapannya agar guru bisa mendidik anak menjadi suka dunia pendidikan.

“Jadi konsepnya tidak kaku para guru bisa menggunakan media seperti lukisan, suara dan video. Dan konsep ini tidak semerta hanya dilakukan di dalam ruangan tapi juga di luar ruangan. Seperti taman, hutan dan pantai.
Karena belajar di out door itu lebih diminati anak-anak yang mungkin dengan penambahan game yang tentunya dirujuk dari materi pelajaran,” pungkasnya.

(Rio)