Airlangga Klaim Program Kartu Prakerja Sukses Kurangi Dampak PHK

Fokusmedan.com : Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program Kartu Prakerja menjadi salah satu program yang membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Bahkan program ini diklaim mampu menjaga inflasi tetap terkendali dan stabilisasi harga pangan.

“Kartu Prakerja merupakan salah satu yang lahir dan jadi bagian dalam penanganan pandemi serta hal ini juga menjadi buffer untuk mereka yang terkena PHK. Tingkat inflasi juga relatif terkendali dan harga pangan stabil,” kata Airlangga dalam Rapat dan Press Briefing dengan Mitra Lembaga Penilai dan Pemantau Pelatihan Program Kartu Prakerja, di Jakarta, Jumat (22/10).

Airlangga mengatakan berdasarkan survei program Kartu Prakerja menjadikan jumlah pengangguran pada kelompok penerima program tersebut menurun. Lalu terjadi peningkatan cukup besar di kelompok wirausaha, yaitu naik 13 persen setelah menerima Program Kartu Prakerja. Selain itu para penerima program mengaku mengalami peningkatan kompetensi, keilmuan maupun keterampilan setelah mengikuti Program Kartu Prakerja.

Hingga Batch ke-21, telah terdapat 75 juta pendaftar sejak program ini dibuka pertama kali pada 11 April tahun 2020. Dari jumlah tersebut, sebanyak 11,4 juta orang yang tersebar dari 34 Provinsi dan 514 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia telah mendapatkan manfaat Program Kartu Prakerja.

Antusias masyarakat ini kata Airlangga menggambarkan terjadi literasi digital yang cukup baik. Meskipun mengandung aspek bantuan sosial, program ini mensyaratkan partisipasi aktif pesertanya mulai dari mendaftarkan diri, mengikuti proses seleksi, mengikuti dan menyelesaikan pelatihan hingga akhirnya mendapatkan dana berupa bantuan sosial.

Pelatihan-pelatihan yang ada pada Program Kartu Prakerja memiliki tujuan utama untuk meningkatkan SDM Indonesia dengan skilling, upskilling, dan reskilling. Untuk itu, standar pelatihan Program Kartu Prakerja disempurnakan secara berkala. Penyempurnaan standar pelatihan ini merupakan kolaborasi Pemerintah dengan melibatkan dukungan dari Perguruan Tinggi dan Akademisi.

“Tim Asesmen dan Tim Pemantau telah bekerja sejak Oktober 2020 untuk memastikan pelatihan di Program Kartu Prakerja telah memenuhi standar. Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan ini karena Program Kartu Prakerja akan dilanjutkan pada tahun 2022,” kata dia.

Airlangga meminta program ini bisa terus terlaksana dan berkolaborasi dengan perguruan tinggi atau yayasan. Sebab berkat kolaborasi ini, Program Kartu Prakerja mendapat rating pelatihan mencapai 4,9 dari skala 5. Sebanyak 95 persen peserta mengatakan pelatihan sesuai minat mereka.

Lalu 98 persen peserta mengatakan pelatihan meningkatkan kompetensi, 93 persen peserta menyatakan pelatihan dapat diaplikasikan di tempat kerja/usaha. Lalu sebanyak 79 persen peserta menggunakan sertifikat pelatihan untuk melamar kerja, dan sepertiga dari yang menganggur sebelum ikut Prakerja, kini sudah bekerja, baik sebagai karyawan maupun wirausahawan.

Dia juga menyebut, khusus untuk para wirausahawan alumni Program Kartu Prakerja sudah dihubungkan dengan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sehingga menjadi proses yang tersambung untuk bisa mendapatkan modal untuk usaha.

Sebagai informasi, pada semester II tahun 2021, lebih dari 1.600 pelatihan telah diajukan oleh 173 lembaga pelatihan. Pelatihan-pelatihan ini telah diperiksa dan dimonitor oleh Project Management Office (PMO) bersama dengan tim ahli.

Per hari ini, 440 jenis pelatihan dari 97 lembaga pelatihan masih terlibat aktif di dalam ekosistem Kartu Prakerja. Ini menunjukkan bahwa lembaga-lembaga ini sangat ketat menegakkan standar.

“Ini adalah hal yang baik. Saya mengucapkan terima kasih kepada PMO Kartu Prakerja dan seluruh Mitra Kartu Prakerja. Adanya program ini menciptakan pasar baru yaitu pasar pendidikan online yang sebelum launching Program Kartu Prakerja, pasar ini tidak ada,” kata Airlangga.(yaya)