PLN Fokus Melayani Pelanggan dengan Energi Ramah Lingkungan

GM UIW Sumut Pandapotan Manurung kunjungi proyek PLTA Asahan 3. Ist

Fokusmedan.com : PT PLN (Persero) terus menambah bauran energi hijau, salah satunya melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan 3. Terletak di Kabupaten Asahan dan Kabupaten Toba, Sumatera Utara, proyek strategis nasional terus dikebut.

“Proyek ini juga wujud nyata transformasi PLN melalui aspirasi green, dengan terus meningkatkan bauran EBT, seiring dengan terus bertumbuhnya kebutuhan energi listrik,” ujar General Manager Unit Induk Wilayah Sumatera Utara (UIW Sumut) Pandapotan Manurung.

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan 3 merupakan salah satu proyek strategis nasional ini nantinya tak sekadar menambah pasokan listrik di Sistem 275 kiloVolt (kV) Sumatera, tapi juga meningkatkan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT).

Untuk mengonversi arus menjadi listrik sebesar 2 X 87 MW itu dibutuhkan air sekitar 106 meter kubik per detik. PLTA ini mengunakan sistem “run-of-river”, yakni mengalirkan air dari sungai Asahan untuk dialirkan ke turbin air melalui terowongan (Headrace Tunnel) yang sedang dibangun sepanjang 8 kilometer hingga ke Powerhouse serta memutar dua unit turbin dengan tipe Vertical-shaft Francis.

Pada kesempatan yang sama, Manager Unit Pelaksana Proyek Sumatera Bagian Utara 4 Agil Darmawan mengungkapkan bahwa pembangunan PLTA Asahan 3 telah dimulai pada tanggal 28 Maret 2019. Hingga saat ini progres pembangunan telah mencapai 38,26%.

“Nantinya listrik yang dihasilkan oleh PLTA Asahan 3 akan dialirkan melalui Gardu Induk Simangkuk, lalu masuk interkoneksi (di jaringan kelistrikan) Sumatera bagian Utara,” ungkap Agil Darmawan saat kunjungan lapangan General Manager Pandapotan Manurung ke lokasi proyek PLTA Asahan 3, Rabu (13/10/2021).
Di samping itu, PLTA Asahan 3 ditargetkan bisa menambah efisiensi PLN. Pasalnya, pengoperasian pembangkit ini diharapkan dapat menurunkan Biaya Pokok Produksi (BPP) untuk wilayah Sumatera Bagian Utara sekitar Rp72 per kWh. Selain itu, pembangkit ini juga berpotensi menambah jumlah pelanggan rumah tangga setara 241.000 sambungan rumah, dengan perhitungan daya pelanggan 900 VA.

Pandapotan Manurung juga menyebutkan akan mendukung keandalan dan suplai listrik untuk proses kerja dan proses konstruksi yang ada di sana untuk kelancaran pekerjaan pembangunan pembangkit PLTA asahan 3 dan agar target penyelesaikan proyek pembangkit tersebut tepat waktu.

Adapun dengan beroperasinya PLTA Asahan 3 maka kapasitas bauran energi untuk pembangkit EBT di Sumatera bagian utara sampai dengan 2023 akan meningkat menjadi 35,6%.(ng)