Vaksinasi Covid-19 Tak Berkaitan dengan Stroke Pendarahan Otak

Fokusmedan.com : Direktur Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, Mursyid Bustami menegaskan, vaksinasi Covid-19 tidak berkaitan dengan kejadian stroke pendarahan otak. Efek samping vaksinasi hanya bersifat ringan. Seperti demam, nyeri, mengantuk hingga lapar. Efek samping ringan vaksinasi Covid-19 tidak berlangsung lama. Maksimal dua hari pascapenyuntikan.

”Terkait adanya info bahwa vaksin berisiko menyebabkan stroke pendarahan otak, kami klarifikasi bahwa secara ilmiah pun tidak ada hubungan antara stroke pendarahan dengan vaksin Covid-19,” tegasnya dalam Keterangan Pers Kementerian Kesehatan yang dikutip merdeka.com, Minggu (26/9).

Mursyid menjelaskan, sekitar 20 persen stroke pendarahan disebabkan adanya penyumbatan pada pembuluh darah. Penyebab utamanya karena tingginya faktor risiko tertentu.

Adapun faktor risiko dari stroke dan menjadi common respector di antaranya diabetes, hipertensi, pola makan yang buruk, merokok, obesitas, kurang aktivitas fisik, alkohol dan narkotika.

”Kalau stroke pendarahan biasanya adalah penderita hipertensi. Yang terjadi adalah tidak kuatnya pembuluh darah menahan tekanan darah yang tinggi, sehingga terjadilah kebocoran,” ujarnya.

Lebih lanjut Mursyid menjelaskan, ada dua faktor risiko stroke pendarahan yaitu bisa dikendalikan dan tidak bisa dikendalikan. Faktor risiko yang bisa dikendalikan dapat dicegah sedini mungkin agar tidak menjadi bom waktu.

Upaya pencegahan yang bisa dilakukan adalah mulai menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Kemudian tidak melakukan aktivitas yang dapat menimbulkan masalah kesehatan di masa depan seperti merokok, konsumsi minuman beralkohol, batasi konsumsi gula, garam dan lemak. Sementara untuk faktor risiko yang tidak bisa dikendalikan yakni umur, genetik jenis kelamin.

”Untuk mengetahui faktor risiko ini, maka dilakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mencari faktor risiko sehingga bisa kita kendalikan secepatnya,” kata Mursyid.(yaya)