Polda Sumut Ungkap Perampokan Toko Emas Simpang Limun

Fokusmedan.com : Polda Sumut ungkap kasus perampokan toko emas Aulia Chan dan Masrul di Pasar Simpang Limun, Jalan SM Raja Medan dengan menangkap empat tersangkanya.

Empat tersangka yang meggunakan senjata api saat beraksi pada Kamis (26/8/2021) lalu berhasil menggondol emas seberat 5 Kg dari kedua toko emas tersebut.

Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra menjelaskan, aksi perampokan itu diotaki HT (38) yang selanjutnya mengajak tiga tersangka lain berinsial F (21), P (32), Py (26) dan D.

“Awalnya, HT bertemu dengan tersangka D dan minta dicarikan teman untuk melakukan aksi perampokan. Kemudian D mempertemukan HT dengan F, P dan Py,” sebutnya di Mapolda Sumut, Kamis (14/9/2021).

Kemudian ketiga tersangka diperintahkan H untuk melakukan observasi, mencari sasaran toko emas mana yang besar dan bisa untuk dirampok.

Dalam aksinya, para tersangka menggunakan senjata api laras panjang dan pendek. Perampokan itu terencana dengan baik, dibuktikan dengan adanya observasi, persiapan, pelaku gunakan lapisan tangan dengan handsaplas agar sidik jari aman, tidak terdeteksi.

Sedangkan kendaraan dua unit sepeda motor yang digunakan beraksi, 1 merupakan hasil kejahatan tersangka H dari merampok di Rokan Hulu, Riau dan jenis Beat di wilayah Percut Seituan pada 20 Agustus lalu.

“Dalam aksi itu, tersangka HT menggunakan laras panjang, sedangkan tersangka P jenis pistol rakitan,” jelasnya.

Ketika itu, tersangka melompati etalase toko dan mengambil emas, sambil mengancam pemiliknya agar tiarap.

Setelah 3 menit menguras emas seberat 6,8 kg, mereka langsung menuju ke tempat parkir sepeda motor dengan memakan waktu 5 menit.

“Dalam pelarian ke lokasi parkir kendaraan, mereka sempat meletuskan senjata,” bebernya..

Mereka kemudian kabur ke Jalan Balai Desa Batang Kuis, Deliserdang. Mereka kemudian melepaskan pakaian yang digunakan beraksi dan berpencar. Emas dalam tas besar itu kemudian disimpan tersangka H.

“Kenapa ke Batang Kuis, itu merupakan tempat bermain H,” ucapnya.

Berdasarkan bukti petunjuk seperti CCTV akhirnya tim gabungan Dit Reskrimum Polda Sumut dan Satuan Reskrim Polrestabes Medan dapat mengungkap pelaku.

HT ditangkap di Sidikalang, Kabupaten Dairi bersama barang bukti emas yang masih utuh bernilai Rp 6,5 miliar.

Namun, HT terpaksa ditembak mati karena melakukan perlawanan dan menyerang petugas saat ditangkap.(edi)