Ibu Menyusui Diamankan Kasus Penganiyaan, Belasan Advokat Datangi Polsek Percut Bawa Bayi

Fokusmedan.com – Suasana di Polsek Percut Sei Tuan mendadak ramai, Senin (13/9/2021) siang. Belasan advokat mendatangi nkantor polisi terkait diamankannya seorang wanita hamil atas kasus penganiyaan.

Adapun wanita hamil yang diamankan polisi tersebut bernama Desi Natalia Sinulingga, pada Sabtu (11/9/2021). Saat diamankan, Desi diketahui sedang menyusui bayinya yang berusia dua bulan.

Sejumlah advokat yang menerima informasi adanya seorang ibu yang menyusui diamankan polisi, langsung bertindak dengan mendatangi Polsek Percut Sei Tuan.

Mereka datang membawa seorang bayi, dan meminta kepada agar bayi tersebut mendapatkan ASI oleh ibunya.

“Nah bagi kita sederhana saja kita ingin berikan si bayi untuk disusukan atau ditetekan oleh ibunya, atau kalau tidak bolehkan biar kita tinggalkan bayinya sama si ibu, biar bayinya mengalami penahanan, daripada dia mengalami pelanggaran hak azasi manusia,” kata Mahmud Irsyad Lubis dari Korps Advokat Alumni UMSU (KAUM).

Ia mengatakan terkait perbuatan Desi yang dituduhkan melakukan penganiayaan terhadap seorang lelaki yang merupakan adik iparnya, Irsyad mengatakan pihaknya akan menempuh pra peradilan, untuk menguji kebenaran tuduhan tersebut.

Irsyad mengatakan sejak diamankan pada Sabtu malam lalu, bayi tersebut belum mendapatkan asupan ASI dari ibunya.

“Kita kemari semata-mata hanya membawa bayi untuk disusukan, dari malam Sabtu belum mendapatkan susu, ibunya datang kemari tidak dikasih. Harapan kita polisi membuka mata, jangan sampai ada pelanggaran HAM di kantor polisi ini,” tukasnya.

Phak kepolisian yang melihat kedatangan advokat ini, kemudian mengizinkan agar sang bayi mendapatkan ASI dari ibunya.

Sementara, Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Jan Piter Napitupulu ketika dikonfirmasi menjelaskan bahwa Desi diamankan atas kasus penganiyaan yang dilakukannya terhadap adik iparnya di rumah Jalan Baru Kecamatan Medan Tembung.

“Korban kepalanya bocor, bulan Juli laporannya, diulangi lagi kejadian ini melapor lagi, dia menuntut kenapa (pelaku) gak ditahan, karena sudah dua kali terjadi penganiayaan, mereka satu rumah,” katanya.

Mendapat laporan penganiayaan tersebut, pihak kepolisian lalu mengamankan Desi. Meski begitu, Jan Piter mengatakan pihaknya hanya mengamankan untuk memberikan pembinaan agar penganiayaan tidak terus terjadi.

“Pagi tadi sudah kita buat surat penangguhan ibu itu, bukan karena ada desakan (advokat), tapi tetap saya berikan pandangan agar jangan terjadi lagi penganiayaan,” ungkapnya.

Jan Piter melanjutkan karena Desi sedang dalam menyusui jadi pertimbangan pihak kepolisian untuk memberikan penangguhan.

“Tidak benar kalau kami tidak mengizinkan memberikan ibu untuk menyusui anaknya. Ini sekarang sedang menyusui,” tukasnya.

(Rio)