Kapolri Tekankan Penguatan Prokes dan Percepatan Vaksinasi di Kalimantan Barat

Fokusmedan.com : Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung serbuan vaksin di Ayani Mega Mall dan SMAN 1 Pontianak, Kalimantan Barat. Peninjauan ini dilakukan bersama Panglima TNIĀ Marsekal Hadi Tjahjanto.

Dalam kesempatan itu, Sigit menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya menekan laju pertumbuhan Covid-19 dengan berbagai langkah, seperti melakukan strategi penerapan PPKM Level 1 hingga 4.

Meski beberapa wilayah di Kalbar telah turun level PPKM-nya, Sigit ingin masyarakat di wilayah itu tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) yang ada secara ketat. Alasannya, level PPKM yang turun pasti diiringi pelonggaran aktivitas masyarakat.

“Kami memantau di wilayah Kalbar saat ini ada 10 wilayah yang masuk PPKM Level 3 dan empat wilayah Level 2, sehingga tentunya diimbangi adanya kelonggaran aktivitas masyarakat. Tentunya dengan kelonggaran tersebut ada potensi akan meningkatkan laju pertumbuhan Covid sehingga mau tak mau strategi yang dilaksanakan bagaimana menguatkan prokes,” kata Sigit dalam keterangannya, Rabu (8/9).

Percepatan vaksinasi, disebutnya juga sebagai salah satu upaya dalam menekan pertumbuhan Covid-19. Menurutnya, vaksinasi merupakan kunci dalam pengendalian Covid sekaligus modal dasar dalam hidup berdampingan dengan virus tersebut.

Selain itu, mantan Kabareskrim Polri ini meminta kepada jajaran Forkompimda Kalimantan Barat agar lebih aktif dalam mengakselerasikan percepatan vaksinasi.

“Nanti kami komunikasikan agar kiriman dan distribusi vaksin ke Kalbar akan ditingkatkan sehingga pencapaian persentase yang saat ini berada di angka 19 persen bisa meningkat dan sama capaian yang dilaksanakan secara nasional,” ujarnya.

Lalu, vaksinasi yang digelar di SMAN 1 digelar terkait dengan kesiapan proses kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Hal itu tentunya harus dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat disiplin atau ketat.

“Vaksinasi pelajar diharapkan dapat memperkuat kesiapan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dengan menjadikan vaksin sebagai persyaratan bagi pelajar, guru maupun perangkat sekolah,” ungkapnya.

“Vaksinasi di lokasi pendidikan seperti ini juga diharapkan dapat menjadi sentra vaksinasi bagi orang tua murid maupun warga sekitar sebagai upaya akselerasi vaksinasi sehingga segera mencapai target capaian,” sambungnya.

Untuk masyarakat yang sudah melaksanakan vaksinasi, lanjut Sigit, diingatkan untuk mendownload aplikasi PeduliLindungi dan tetap taat terhadap prokes.

Berdasarkan data dari Kemenkes RI, pada 7 September 2021 pukul 18.00 WIB, capaian vaksinasi nasional yaitu 33,04 persen dosis 1 dan 18,94 persen dosis 2, dengan total sasaran vaksinasi sebanyak 208,3 juta orang.

Sementara itu, capaian vaksinasi Provinsi Kalimantan Barat yaitu 19,20 persen dosis 1 dan 11,58 persen dosis 2 dengan total sasaran sebanyak 3,8 juta orang.

“Melihat capaian tersebut, saya mengajak seluruh elemen masyarakat, mari bersama berbondong-bondong meluangkan waktu untuk melaksanakan program vaksinasi di tempat-tempat yang telah disediakan agar kekebalan komunal dapat segera terwujud,” tutupnya.

Serbuan vaksinasi di Ayani Mega Mall sendiri menargetkan 1.600 warga, sedangkan di SMAN 1 Pontianak ditargetkan 1.100 pelajar mendapat suntikan vaksin.(yaya)