PKB Dukung Kasad Jenderal Andika Perkasa Jadi Panglima TNI

Fokusmedan.com : Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB Taufiq Abdullah mendukung Kasad Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto. Ia menilai, Kasad Andika layak menjadi seorang Panglima TNI.

Hal itu menanggapi kabar Presiden Joko Widodo telah menunjuk Kasad Andika sebagai calon Panglima TNI yang baru. Namun, Taufiq mengaku belum mendapatkan kabar resmi terkait hal itu.

“Kalau benar, bagus lah. Dia (Andika) layak menempati posisi itu,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (3/9).

Taufiq menilai, Andika layak menjadi Panglima TNI karena beberapa hal. Yaitu pengalaman, kecerdasan, dan jenjang karir yang memadai membuat Andika cocok sebagai Panglima TNI.

“Pengalaman, kecerdasan dan jenjang karier memadai,” katanya.

Sebelumnya, Anggota Komisi I DPR RI, Effendi Simbolon memberikan bocoran mengenai nama yang santer beredar di komisinya, bakal menjadi Panglima TNI. Dia merujuk pada nama Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa. Dia meyakini, Jenderal Andika bakal mengisi kursi yang akan ditinggalkan Marsekal Hadi.

“Insha Allah, Jenderal Andika Perkasa menjadi Panglima TNI,” ujar Effendi kepada merdeka.com, Jumat (3/9).

Dia melanjutkan, pengganti Andika sebagai Kasad adalah Pangkostrad Mayjen TNI Dudung Abdurachman. “Jenderal Dudung Abdurachman menjadi Kasad,” tegasnya.

Effendi menuturkan, kepastian ini akan segera didapatkan. Namun, dia tidak menyebutkan waktunya. “Semua akan terjadi dalam waktu dekat,” ucapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPR RI Bobby Rizaldi mengatakan, proses pergantian Panglima TNI akan dilakukan setelah pembahasan APBN 2022 selesai. Dia memperkirakan, proses uji kelayakan dan kepatutan Panglima TNI dilakukan pada masa sidang berikutnya.

Bobby menuturkan, saat ini DPR belum menerima nama calon Panglima TNI dari Presiden Jokowi. Komisi I juga masih fokus membahas anggaran tahun 2022. Secara organisasi kurang efektif bila terjadi pergantian di tengah-tengahnya agenda penetapan anggaran karena masih tanggungjawab Marsekal Hadi Tjahjanto yang masih menjabat sebagai Panglima.

“Kita saat ini sedang dalam masa sidang siklus membahas anggaran tahun 2022. Saya rasa pergantian Panglima TNI ini setelah penetapan UU APBN 2022 bulan Oktober nanti, karena kalau pergantian di tengah-tengah pembahasan ini, secara organisasi militer mungkin kurang efektif, karena pembahasannya masih tanggung jawab Panglima saat ini,” ujar Bobby, Jumat (3/9).

Sehingga, kemungkinan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Panglima TNI akan digelar oleh Komisi I pada masa sidang mendatang. “Rasanya di masa sidang yang akan datang,” ucapnya.(yaya)