RSUP Adam Malik Kini Bisa Melayani Tindakan Ablasi Berbasis 3D Untuk Penyakit Jantung

Adam Malik

Fokusmedan.com : RSUP Haji Adam Malik kini sudah bisa melayani tindakan ablasi berbasis teknologi 3 dimensi (3D) untuk para pasien penyakit jantung, terutama pasien dengan kondisi aritmia atau gangguan irama jantung.

“PJT RS Adam Malik mulai melakukan tindakan Ablasi 3D di pertengahan tahun 2021,” sebut Kepala Instalasi PJT RSUP HAM dr Anggia Chairuddin Lubis SpJP (K), Jumat (9/7/2021).

Ia menjelaskan, PJT RSUP Haji Adam Malik pertama kali melakukan tindakan Ablasi 3D pada tanggal 11 Juni 2021 dengan operator dirinya sendiri, bersama dr Dicky A Hanafy SpJP (K) dari Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita Jakarta. Dia mengatakan, tindakan Ablasi 3D ini dilakukan pada pasien penyakit jantung dengan kondisi aritmia.

“Keluhan yang sering dirasakan oleh pasien umumnya adalah denyut jantung yang terlalu lambat, denyut jantung terlalu cepat, irama jantung atau denyut nadi yang dirasakan tidak teratur, dan pingsan yang dirasakan tiba-tiba,” jelasnya.

Secara prinsip, lanjutnya, tindakan Ablasi 3D sendiri memiliki tujuan yang sama seperti tindakan Ablasi 2D, yang juga sudah mulai dilayani sejak bulan Desember 2020. Namun, oleh karena dilakukan dengan teknologi yang lebih canggih, tindakan Ablasi 3D memiliki beberapa kelebihan. Di antaranya, mampu memberikan informasi kondisi jantung yang lebih detail, serta penggunaan radiasi yang lebih sedikit sehingga lebih aman bagi pasien maupun tenaga medis.

“Sebagai gambaran, apabila pada Ablasi 2D kita mendapatkan informasi di jantung sebanyak ratusan hingga ribuan titik, maka pada Ablasi 3D kita mendapatkan informasi di jantung sebanyak minimal 30 ribu titik. Sehingga ini akan memberikan gambaran yang jauh lebih detail dibandingkan Ablasi 2D,” bebernya.

Sebelumnya, PJT RSUP Haji Adam Malik juga mulai melayani pemeriksaan Elektrofisiologi sejak akhir tahun 2020. Anggia menyebutkan, tindakan ini merupakan pemeriksaan tingkat tertinggi pada pasien penyakit jantung dengan kondisi aritmia, dengan tujuan untuk mendiagnosa atau menemukan jenis penyakit dan memberikan terapi.

“Manfaatnya terhadap pasien sangat besar. Dengan adanya prosedur ini, kita dapat mendiagnosa secara presisi, dan kemudian dapat juga memberikan terapi yang sesuai untuk berbagai macam kelainan,” ungkapnya.

Untuk mendapatkan pelayanan pemeriksaan Elektrofisiologi, serta Ablasi 2D dan Ablasi 3D, pasien bisa datang langsung ke Poliklinik Aritmia di Gedung PJT. Sejauh ini, sambung dia, tim medis PJT RSUP Haji Adam Malik mampu melakukan tindakan tersebut secara rutin hingga 3-4 kasus setiap minggu.

“Tetapi karena keterbatasan SDM, kami tidak dapat melakukan prosedur dalam frekuensi yang lebih tinggi. Hingga saat ini, antrian untuk pasien seperti ini sudah mencapai lebih dari 3 bulan,” tandasnya.(riz)