Survei DJP: 86 Persen Pengusaha Alami Penurunan Omzet Selama Pandemi Covid-19

Fokusmedan.com : Staf Ahli Bidang Kepatuhan Pajak, Kementerian Keuangan Yon Arsal mengatakan berdasarkan hasil survei Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dilakukan Direktorat Jenderal Pajak (DJP), 86 persen responden menyatakan mengalami penurunan omzet selama pandemi covid-19.

Adapun survei tersebut dilakukan pada 21 Juli hingga 7 Agustus 2020 kepada 12.800 responden yang merupakan pelaku usaha, termasuk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Hasil survei DJP, Kita bisa lihat dari 12.800 responden yang kami tanya dan merespon balik, mereka menyatakan 86 persen mengalami penurunan omzet dalam usahanya. 50 persen mereka mengalami penurunan permintaan dan 73 persen mengalami keterbatasan likuiditas operasional,” kata Yon Arsal dalam Perbincangan Santai Belajar dan Berdiskusi, Selasa (6/7).

Kemudian dilihat dari sisi tenaga kerja, 38 responden menyatakan mengalami perubahan kebijakan ketenagakerjaan untuk mempertahankan kelangsungan usaha. Lalu 24 persen responden melakukan pemberhentian sementara tenaga kerjanya selama pandemi.

“Dan 41 persen responden menyatakan bahwa mereka melakukan pemotongan gaji. Ini menunjukkan betul bahwa selama pandemi kemarin 2020 dunia usaha amat sangat terdampak,” ujarnya.

Sama halnya dengan hasil survei analisis data SPT masa PPN DN dan PPh 21, di mana 67 persen pelaku usaha mengalami penurunan omzet sebesar 25-75 persen akibat pandemi. Di sisi lain, 75 persen pelaku usaha juga mengalami penurunan pembelian.

Sektor Paling Berdampak

Lebih lanjut dia menyebut sektor yang paling terdampak pandemi covid-19 adalah sektor penyediaan akomodasi dan makanan minuman.

“Dari sektor yang paling terdampak itu makanan dan minuman 94 persen kemudian hampir seluruhnya mengalami kontraksi,” ujarnya.

Disusul oleh sektor konstruksi yang terdampak hingga 90 persen, real estate atau properti 89 persen, transportasi dan pergudangan 88 persen, perdagangan 87 persen, jasa perusahaan 84 persen, dan sektor manufaktur terdampak sebesar 81 persen.

Kendati begitu, kata dia masih ada sektor yang masih tumbuh, salah satunya sektor industri alat kesehatan. “Ada beberapa sektor yang resiliensi tumbuhnya baik seperti industri alat kesehatan rumah sakit,” pungkasnya.