4 Pengedar Ganja di Papua Ditangkap, Salah Satunya Remaja 16 Tahun

Ilustrasi tanaman ganja. Antara

Fokusmedan.com : Jajaran Polres Keerom, Papua, menangkap satu wanita dan tiga pria di Jalan Trans Papua, atau tepatnya di depan Kantor BKAD, Kabupaten Keerom, Sabtu (12/6) sekitar pukul 01.00 WIT. Empat orang itu yakni EP (22), MR (25), GN (23) dan BJR (16).

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, mereka yang ditangkap tersebut terkait kasus narkotika.

“Kejadian berawal pada Jumat, 11 Juni 2021, pukul 15.00 WIT, anggota Polres Keerom mendapat informasi dari masyarakat terkait dengan akan adanya peredaran narkotika jenis ganja,” kata Kamal dalam keterangannya, Senin (14/6/2021).

Mendapat kabar tersebut, petugas melakukan penyelidikan dan pemantauan di sejumlah titik yang diduga akan dilewati oleh empat orang tersebut.

“Selanjutnya pada hari pada Sabtu, 12 Juni 2021, pukul 01.00 WIT, bertempat di Jalan Trans Papua tepatnya di depan Kantor BKAD Kabupaten Keerom, para pelaku terlihat sedang mengendarai dua unit kendaraan roda dua,” jelasnya.

“Kemudian tim langsung berusaha memberhentikan, namun para terduga pelaku berputar arah dan berusaha melarikan diri. Namun berhasil dihentikan dan tim yang kemudian mengamankan empat orang pelaku,” sambungnya.

Setelah diamankan, petugas menggeledah dan memeriksa keempat orang tersebut. “Dari hasil penggeledahan, empat orang tersebut ditemukan satu karung beras kecil yang berisikan 38 bungkus plastik bening yang diduga narkotika jenis daun ganja kering pada salah satu jok motor milik pelaku,” ungkapnya.
Saat ini, keempat orang tersebut sudah diamankan di Polres Keerom untuk menjalani proses lebih lanjut.

Selanjutnya tim membawa empat pelaku beserta barang bukti ke Mapolres Keerom guna dilakukan proses hukum lebih lanjut.

“Atas perbuatannya pelaku dapat dijerat dengan Pasal 111 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman minimal empat tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara, serta denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp8 miliar,” tutupnya.(mdk)