Dinilai Memberatkan, Pedagang di Medan Tolak Rencana PPN Sembako

Pedagang di Medan tolak rencana PPN sembako. Ist

Fokusmedan.com : Sejumlah pedagang yang berjualan di Pusat Pasar Medan menolak wacana pemerintah yang berencana mengenakan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk sembako. Para pedagang merasa hal tersebut sangat Memberatkan baik bagi pembeli ataupun pedagang.

“Jelas menolak, karena ini lagi sulit masa pandemi Covid-19, jualan pun sepi. Pokoknya kita tolak,” kata Rinto salah seorang pedagang sembako, Sabtu (12/6/2021).

Hal senada juga disampaikan pedagang lainnya, Pak Regar yang membeberkan bila sembako dikenakan pajak maka berdampak pada fatal bagi masyarakat kecil.

“Kita sebagai pedagang ya kurang setuju lah, karena tidak tepat suasananya pada saat ini kita kenakan pajak. Sembako ini fatal kalau naik sebetulnya,” ujar pria yang sudah 31 tahun berjualan daging ayam di Pusat Pasar Medan.

Regar menjelaskan kelompok masyarakat menengah ke bawah yang akan merasa imbas sembako yang dikenakan pajak.

“Memang kali kalinya sikit, tapi kalau kita kalkulasikan dengan daya beli masyarakat kecil besar imbasnya. Kasihan masyarakat kecil,” katanya.

Regar berharap agar pemerintah untuk membatalkan rencana pajak untuk barang sembako.

“Tapi macamana mau kita apain, kalau itu pajak itu diberlakukan. Harapan saya tunda dulu lah di saat seperti ini,” ungkapnya.

Ia menjelaskan harga sembako di Pusat Pasar Medan seperti beras, minyak goreng, gula, telur, dan lainnya saat ini terbilang stabil.

“Tapi daya beli masyarakat kita gak ada. Apa gak makin sulit kalau dipajakin,” ungkap Regar.

“Katanya (pajak sembako) untuk investasi bagi rakyat, tapi rakyat yang mana yang mau dibantu kita gak tahu, belum lagi cerita bantuan yang tidak tepat sasaran,” pungkasnya.(Rio)