Inggris Hentikan Sementara Uji Coba Vaksin Covid-19 AstraZeneca pada Anak-anak, Ini Alasannya

Ilustrasi vaksin Covid-19 AstraZeneca. Reuters

Fokusmedan.com : Uji coba vaksin Covid-19 AstraZeneca di Inggris pada anak-anak telah dihentikan sementara menurut Universitas Oxford pada Selasa (6/3/2021).

Saat ini regulator global tengah menilai kemungkinan kaitan penggunaan vaksin Covid-19 buatan Inggris ini dengan pembekuan darah langka pada orang dewasa.

Universitas, yang membantu mengembangkan vaksin masih dirundung kontroversi ini, menyatakan “tidak ada masalah keamanan” dalam uji coba tersebut.

Tetapi pihaknya mengakui kekhawatiran atas kemungkinan kaitannya dengan pembekuan darah, dengan mengatakan bahwa mereka sedang menunggu data tambahan dari Badan Peraturan Produk Obat dan Kesehatan Inggris (MHRA) sebelum memulai kembali studi.
“Orang tua dan anak-anak harus terus menghadiri semua kunjungan yang dijadwalkan dan dapat menghubungi lokasi uji coba jika mereka memiliki pertanyaan,” tambahnya melansir AFP.

Ini adalah drama terbaru yang melanda AstraZeneca, yang telah terlibat dalam sejumlah kontroversi. Diantaranya terkait kegagalannya memberikan jumlah dosis yang dijanjikan kepada Uni Eropa (UE), dan mengenai profil kemanjuran dan keamanan jab.

MHRA adalah salah satu dari banyak badan di seluruh dunia yang menganalisis data sebenarnya dari peluncuran AstraZeneca di dunia. Penelitian dilakukan untuk melihat apakah ada hubungan yang pasti antara suntikan dan bentuk pembekuan darah yang langka, setelah kasus awalnya dilaporkan di Norwegia dan benua Eropa.

MHRA melaporkan pada akhir pekan dari 18 juta dosis yang diberikan di Inggris, ada 30 kasus pembekuan darah, tujuh fatal.

European Medicines Agency (EMA) mengatakan pada Selasa (6/4/2021), “belum mencapai kesimpulan dan peninjauan saat ini sedang berlangsung.”

Komisioner Kesehatan Uni Eropa Stella Kyriakides menambahkan, badan tersebut diharapkan membuat keputusannya “Rabu malam” (7/4/2021). Pihaknya juga tengah melakukan “kontak intensif” dengan EMA.

Pernyataan itu muncul setelah kepala strategi vaksin EMA Marco Cavaleri yang dikutip di media Italia mengatakan ada hubungan yang “jelas”. Badan tersebut akan mengumumkan kejelasannya dalam beberapa jam.

“Menurut pendapat saya, kami bisa mengatakannya sekarang, jelas ada kaitannya dengan vaksin itu,” kata Cavaleri kepada surat kabar Italia Il Messaggero dalam sebuah wawancara.

“Tapi kami masih belum tahu apa yang menyebabkan reaksi ini.”

Jerman dan Perancis sama-sama membatasi penggunaan vaksin untuk orang tua. Mereka khawatir penerima yang lebih muda berpotensi lebih berisiko mengalami pembekuan.

Inggris dan pengembang vaksin sampai sekarang menolak pembatasan apa pun dalam penggunaannya, dengan mengatakan bahwa tidak ada bukti ada hubungan masalah dengan vaksin buatannya.

Adam Finn, profesor pediatri di Universitas Bristol, Inggris, mengatakan manfaat vaksin terus lebih besar daripada risikonya.

“Kami perlu tahu lebih banyak tentang orang-orang yang terkena dampak dan kami perlu memahami dengan tepat bagaimana penyakit itu muncul,” katanya.

“Jika Anda saat ini ditawari satu dosis vaksin Oxford-AstraZeneca, peluang Anda untuk tetap hidup dan sehat akan meningkat jika Anda mengambil vaksin, dan akan turun jika tidak,” tambahnya.(ng)

Sumber : Kompas.com