Simpan 2 Kg Sabu Dalam Sepatu, 4 Warga Aceh Terciduk di Bandara Kualanamu

Salah seorang tersangka kurir narkoba menunjukkan sepatu tempat menyimpan sabu. Ist

Fokusmedan.com : Ada saja modus yang dilakukan gembong narkotika untuk mengedarkan barang haram di Indonesia.

Seperti yang dilakukan empat orang kurir narkoba asal Kecamatan Seunuddon Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh ini, mereka nekat menyelundupkan narkoba jenis sabu ke dalam sepatu dari Bandar Kualanamu, menuju Solo, Jawa Tengah.

Adapun identitas keempat tersangka kurir narkoba tersebut antara lain, Mawardi (23), Irwanda (25), Khairul Rizal (30), Zulfikar (23).

Baca Juga : Polisi Resmi Tahan Ambroncius Nababan, Terancam Hukuman 5 Tahun

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut Brigjen Pol Atrial menyampaikan, kasus peredaran narkotika tersebut diungkap dari 4 orang tersangka pada Jumat 22 Januari 2021 lalu Pukul 18.00 WIB di Bandara Kualanamo Deli Serdang dengan Pesawat Citilink.

“Adapun pengungkapan tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa ada kurir yang membawa sabu dari Aceh ke Solo dengan menaiki pesawat melalui Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang,” ungkapnya.

BNNP Sumut selanjutnya melakukan penyelidikan dengan mengecek data penerbangan keempat tersangka. Saat hendak memasuki ruang X-Ray di Bandara Kualanamo, BNNP langsung menggeledah para tersangka. Dari tersangka disita total 2 Kg sabu.

Keempatnya memasukkan sabu di dalam sepatu, dan masing-masing 500 Gram. Sabu tersebut rencananya diedarkan di Solo.

Keempat tersangka memperoleh narkotika tersebut di Daerah Panton Labu Kabupaten Aceh Utara dari pria Inisial CD.

“Di antara mereka ini bahkan sudah ada lolos 2-3 kali,” beber Atrial.

Pelaku pernah ada yang lolos ke Makassar dan Surabaya melalui Bandara Kualanamu dan pulang dari Makasaar ada 18 Januari 2021. “Mereka sudah terbiasa, hingga akhirnya ditangkap pada 22 Desember 2020 mereka Makassar dan kembali pada 18 Januari 2021 saat akan berangkat,” imbuhnya.

Satu dari tersangka mengaku sekali berangkat diupah 14 juta Rupiah oleh bandarnya, terpisah dengan uang tiket pesawat. Ketika berangkat dia bersama 1 rekan lainnya.

“Saya diupah 14 Juta Rupiah,”ujarnya.

Tersangka mengaku dua kali lolos dari Bandara Kualanamu. Pertama pada saat berangkat ke Palu, Sulawesi.

Modus tersangka bisa lolos dari pemeriksaan sebelumnya, juga serupa. Dia mengaku memasukkan ke dalam sepatu dan lewat tanpa hambatan dari Bandara Kualanamu.

“Itu akan menjadi catatan buat kami, kenapa bisa lolos. Tapi, kami akan sebarkan ke jajaran untuk dilakukan peningkatan-peningkatan skil,” terang Mira Ginting Manajer Avsec Bandara Kualanamu.

Sejauh ini, penerapan deteksi untuk sepatu di Bandara Kualanamu belum ada. Mira mengatakan mereka fokus pada kemanan penerbangan, seperti pemeriksaan bahan peledak seperti bom.

(Rio)