Takut Terpapar Gas Beracun, Ratusan Warga di Madina Pilih Mengungsi ke Masjid ‎


Ratusan warga mengungsi di Masjid dampak pipa gas bocor. Ist

Fokusmedan.com : Sebanyak 216 orang warga memilih mengungsi ke Masjid dampak pipa gas bocor ‎Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sorik Marapi.

Adapun ratusan warga yang mengungsi berasal dari dua desa yakni Desa Sibanggor Julu dan Desa Purba Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Mereka memilih pindah sementara untuk mencari aman dan terhindar gas beracun, yang menewaskan 5 orang saat kejadian pipa gas bocor, Senin siang, 25 Januari 2021.

“Ada 216 orang yang kita ungsikan. Mereka ada kekhawatiran, kita ungsikan di lantai dua Masjid Agung di Panyabungan, masyarakat yang minta ke sana, karena di sana kan lebih aman,” sebut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madina, M Yasir Nasution kepada wartawan, Selasa (26/1/2021).

‎Dengan kejadian peristiwa pipa gas PLTP yang dikerjakan oleh PT Sorik Marapi Geothermal Plant (SMGP). Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dan BPBD Kabupaten Mandailing Natal memenuhi kebutuhan masyarakat yang mengungsi tersebut.

“Campurlah mereka yang merasa ketakutan,” tutur Yasir.

Saat ini, Yasir mengungkapkan bahwa BPBD Kabupaten Mandailing Natal bersama masyarakat juga fokus untuk membantu pemakaman jenazah para korban.

“Semua jenazah korban sudah dipulangkan untuk dimakamkan,” sebut Yasir.

Untuk korban selamat bertambah menjadi 29 orang. Mereka dirawat di RSUD Panyabungan. Korban mengalami gangguan pernapasan, diduga akibat terhirup gas yang bocor itu.

Selain itu, Aktivitas pembangunan ‎PLTP Sorik Marapi ditutup sementara oleh petugas kepolisian. Kemudian dilakukan penyeledikan oleh Polres Mandailing Natal dibantu Polda Sumut.

‎Berikut nama-nama korban meninggal dunia:

1.Suratmi 46 Tahun
2.Kaila Zahra 5 Tahun
3.Yusniar 3 Tahun
4.Syahrani 14 Tahun
5.Dahni

(Rio)