Polisi Tembak Mati Tersangka Pembunuh Wanita di Sunggal

Direskrimum Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja menggelar konferensi pers. Ist

fokusmedan : Polda Sumatera Utara (Sumut) memberikan tindakan tegas dan keras terhadap seorang tersangka pembunuhan WD alias Ario Puntung (30) yang menewaskan seorang wanita muda Fitriani (17) di Jalan Medan – Binjai Kelurahan Sei Sikambing B Kecamatan Medan Sunggal.

Polisi menembak mati tersangka Ario Puntung karena menyerang petugas menggunakan parang saat dilakukan pengembangan.

“Pada Minggu 10 Januari 2021 Pukul 03.00 Subuh tersangka diinterogasi dan mengakui telah membunuh Fitriana serta menganiaya IM dengan sebilah parang. Lalu polisi melakukan pencarian barang bukti,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Minggu petang.

Ia mengatakan tersangka Ario Puntung menyembunyikan parang tersebut di belakang warung, di Jalan Gajah Mada, Medan. Kemudian tersangka dibawa polisi, dan mengelabui polisi dengan mengatakan parang yang dia gunakan tidak dia temukan.

Selanjutnya tersangka Ario Puntung mengakui, parang yang dia sembunyikan di balik Kotak Travo PLN, Jalan Perpustakaan, Medan. Sedangkan pisau yang digunakan membunuh kekasihnya ditemukan di Jalan Lintas Sunatera Kabupaten Asahan, Kota Kisaran.

“Sedangkan barang bukti kedua, sebilah parang dibuang di Kota Medan,” ujar Tatan didampingi Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi.

Ketika Anggota Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut meminta memerintahkan agar Ario menunjukkan parang tersebut, Ario tiba-tiba memberontak. Dia memberikan perlawanan serta mengambil sebilah parang dari balik travo PLN dan menyerang personel Polisi hingga terluka.

Anggota Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut lainnya pun terpaksa menembak Ario. Ario kemudian roboh, dan saat dalam perjalanan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut, tersangka tewas. Sedangkan anggota Polda Sumut yang terluka, kini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut.

Adapun motif tersangka menghabisi nyawa kekasihnya lantaran korban hamil meminta tersangka untuk menikahinya.

“Motifnya, tersangka dimintai pertanggungjawaban oleh korban untuk dinikahi karena kekasihnya sudah hamil,”ujar Tatan.

Ia mengatakan, pelaku melakukan pembunuhan terhadap korban Fitriana pada Selasa 5 Januari lalu dengan sebilah pisau, Pukul 21.30 WIB. Pelaku menganiaya Fitriana di Halaman samping Masjid Al Badar Jalan Gatot Subroto Kelurahan Sei Kambing, Kecamatan Medan Sunggal.

“Benar, ini ada dua TKP pada hari yang sama pada Pukul 21.30 itu WD melakukan pembunuhan terhadap pacarnya,” ujarnya.

Setelah membunuh Fitriana Pukul 22.30 WIB selanjutnya melakukan penganiayaan luka berat terhadap seorang pria IM (35) di Emperan Toko Jalan Nibung Raya, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah Kota Medan. IM dianiaya hingga 10 bacokan dan tangan kanan korban IM cacat permanen, dengan alasan sakit hati karena diejek.

Setelah mendapat laporan, Polsek Sunggal bersama Polrestabes Medan, selanjutnya melakukan cek TKP. Lalu, Petugas Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut selanjutnya melakukan cek TKP dan membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut.

Kemudian, melakukan cek TKP penganiayaan berat terhadap IM di Emperan Toko Jalan Nibung Raya, termasuk memeriksa saksi-saksi.

Hasil Kerjasama Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut dengan Sat Reakrim Polres Aek Natas melakukan penangkapan terhadap pelaku, Ario Puntung yang melarikan di Aek Natas, Labuhan Batu.

(Rio)