76 Persen Pasien Covid-19 Masih Alami Gejala Setelah 6 Bulan

Dokter memeriksa kondisi pasien Covid-19 di RS Jinyintan, Wuhan. Chinatopix

fokusmedan : Sebuah penelitian diterbitkan pada Jumat (8/1/2021) di jurnal The Lancet
menemukan bahwa 76 persen pasien Covid-19
yang dirawat di rumah sakit di Wuhan, China, masih memiliki setidaknya 1 gejala setelah 6 bulan sakit. Studi tersebut melacak 1.733 pasien dewasa yang didiagnosis dengan Covid-19 antara Januari dan Mei 2020.

Peneliti menindaklanjuti pasien dari Juni hingga September, dengan melakukan tes laboratorium, pemeriksaan fisik, tes fungsi paru-paru, dan wawancara langsung.

Melansir Business Insider pada Sabtu (9/1/2021), sekitar 63 persen pasien dalam penelitian virus corona ini melaporkan kelelahan atau kelemahan otot setelah 6 bulan, gejala jangka panjang yang paling umum diamati.

Ada pula 26 persen pasien lainnya mengatakan mereka mengalami kesulitan tidur, sementara 23 persen mengatakan mereka mengalami kecemasan atau depresi sejak sakit.

Para peneliti mengatakan bahwa sepengetahuan mereka, penelitian virus corona ini adalah yang terbesar sejauh ini untuk menilai gejala jangka panjang pasien Covid-19 yang sebelumnya dirawat di rumah sakit. Penelitian tersebut memiliki durasi tindak lanjut terpanjang dari semua penelitian tentang topik virus corona hingga saat ini.

“Karena Covid-19 adalah penyakit baru, kami baru mulai memahami beberapa efek jangka panjangnya pada kesehatan pasien,” kata Bin Cao, salah satu penulis studi tersebut, dalam sebuah pernyataan.

“Analisis kami menunjukkan bahwa sebagian besar pasien terus hidup dengan setidaknya beberapa efek virus corona setelah meninggalkan rumah sakit, dan menyoroti kebutuhan perawatan pasca-keluar, terutama bagi mereka yang mengalami infeksi parah,” ungkapnya.

Penelitian mencatat 390 pasien dengan infeksi paling parah, yang melakukan tes fungsi paru setelah kira-kira enam bulan didiagnosis, dan menerima oksigen tambahan atau gunakan ventilator, lebih cenderung mengalami pengurangan fungsi paru-paru.

Mereka juga mengalami lebih banyak kesulitan berjalan dibandingkan pasien yang kasusnya lebih ringan.

Sekitar 822 pasien dalam penelitian ini memiliki fungsi ginjal normal selama di rumah sakit, tetapi 13 persen dari mereka ditemukan mengalami penurunan fungsi ginjal 6 bulan kemudian.

Karena studi baru ini hanya memeriksa pasien yang dirawat di rumah sakit, temuannya mungkin tidak dapat digeneralisasikan untuk semua orang yang mengalami gejala jangka panjang.

Sampai saat ini, orang-orang seperti itu telah menjadi “kelompok yang terlupakan,” kata Dr Steven Deeks, seorang profesor kedokteran di Universitas California, San Francisco, kepada Business Insider. “Semuanya tentang penanganan penyakit akut, yang bisa dimaklumi,” katanya.

“Tapi, sekarang ada penerimaan luas bahwa ada komplikasi jangka panjang ini, yang bisa melumpuhkan,” ucapnya.

Dokter masih belum menemukan istilah terpadu untuk kumpulan gejala Covid-19 yang bertahan lama, tetapi beberapa peneliti menyebutnya sebagai “Covid-panjang”.

Banyak pasien, sementara, telah mendefinisikan diri mereka sendiri sebagai “pasien jarak jauh”. Sedangkan, Deeks mengatakan dia lebih suka istilah “sindrom Covid pasca-akut.” Berapa banyak orang yang menderita penyakit ini secara total belum diketahui.

Sebuah studi pada Agustus dari para peneliti Inggris memperkirakan 1 dari 10 pasien virus corona mengalami penyakit berkepanjangan.
Sebuah studi dari King’s College London yang masih menunggu tinjauan, menemukan bahwa hampir 100 dari 4.000 pasien virus corona belum pulih setelah 12 pekan sakit.(ng)