Vaksin Pfizer Berhasil Lawan Varian Baru Virus Corona

fokusmedan : Perusahaan bioteknologi asal
Jerman, BioNTech, mengumumkan bahwa vaksin yang dikembangkan bersama Pfizer berhasil melawan varian virus corona yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan.

Hal itu terungkap melalui temuan dari hasil studi pendahuluan. BioNTech mengumumkan hasil temuan awal itu pada Jumat (8/1/2021) sebagaimana dilansir dari AFP.

“Antibodi dari orang yang telah menerima vaksin Covid-19 yang dikembangkan Pfizer-BioNTech secara efektif menetralkan SARS-CoV-2 dengan mutasi kunci yang juga ditemukan pada dua strain yang sangat mudah menular,” kata BioNTech.

Diberitakan sebelumnya, varian baru virus corona yang berasal dari Inggris dan Afrika Selatan itu disebut berkali-kali lipat lebih menular daripada varian sebelumnya. Varian baru virus corona B117, yang muncul di Inggris akhir tahun lalu, telah terbukti lebih menular antara 40 hingga 70 persen daripada varian virus corona sebelumnya.

BioNTech mengatakan, penelitian yang dilakukan oleh Pfizer dan University of Texas Medical Branch menunjukkan bahwa mutasi varian baru virus corona di Inggris dan Afrika Selatan tidak menciptakan resistensi terhadap respons imun yang diinduksi oleh vaksin Pfizer-BioNTech.

Kendati demikian, peneliti dalam studi tersebut mengatakan itu masih temuan awal dan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.

Hasil temuan dalam penelitian itu juga belum dilakukan peer-review, salah satu sistem peninjauan dalam artikel jurnal ilmiah.

Namun demikian, para ahli mengutarakan optimisme dan tetap mewanti-wanti untuk berhati-hati atas temuan tersebut.

“Ini kabar baik, terutama karena ini bukan berita buruk,” kata profesor farmakoepidemiologi di London School of Hygiene and Tropical Medicine, Stephen Evans.

Evans menambahkan, temuan tersebut merupakan kabar baik karena vaksin virus corona dari Pfizer-BioNTech efektif melawan varian baru virus corona meski baru temuan awal.

Pasalnya, jika hasil temuan awal saja sudah menunjukkan hasil yang kurang bagus, maka lain pula ceritanya. Bulan lalu, pengembang Jerman, BioNTech, mengatakan memiliki teknologi untuk menghasilkan vaksin baru melawan strain Sars-CoV-2 yang bermutasi hanya dalam waktu enam pekan.

Profesor Imunologi dan Penyakit Menular di Edinburgh University, Eleanor Riley, mengatakan ada alasan untuk optimistis bahwa vaksin Covid-19 berbasis mRNA terbukti efektif melawan banyak varian yang bermutasi.

“Akan ada mutasi lainnya dan kami perlu memantau situasi dengan hati-hati dengan mengulangi jenis studi ini pada varian baru saat kemunculannya,” kata Riley.(ng)