40 Anggota Bawaslu di Kabupaten Tasikmalaya Reaktif Covid-19

fokusmedan : Sebanyak 40 anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tasikmalaya diketahui reaktif Covid-19 seusai tes wajib corona jelang dua pekan lagi pencoblosan Pilkada Serentak.

Terlebih wilayah berstatus zona merah tersebut jumlah kasus positifnya semakin hari terus bertambah dengan total keseluruhan 526 kasus sampai Jumat (27/11/2020) kemarin.

Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Dodi Juanda mengatakan, pada Kamis (26/11/2020) dilaksanakan tes wajib bagi semua anggota Bawaslu Kabupaten, kecamatan, desa sampai TPS (Tempat Pemungutan Suara) rapid test oleh tim gugus tugas. Hal ini sesuai dengan Perppu Nomor 2 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan.

“Sebanyak 40 orang diantaranya reaktif. Mereka sudah tes swab dan sedang menunggu hasilnya sekarang,” jelas Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Dodi Juanda, kepada Kompas.com, Sabtu (28/11/2020) pagi.

Dodi menambahkan, tes wajib bebas corona tersebut dilaksanakan jelang pencoblosan guna mencegah penyebaran Covid-19 saat proses pemungutan suara.

Jika anggotanya yang reaktif hasil rapid test dinyatakan terkonfirmasi hasil tes swab, pihaknya pun akan segera mengganti kekosongan petugas bawaslu oleh pendaftar lainnya.

“Kalau nanti hasil tes swab bagi 40 anggota bawaslu yang sudah dilantik itu ada yang positif, kita akan segera menggantinya dengan pendaftar dengan nilai di bawahnya nantinya. Semua anggota yang reaktif tersebar di 13 kecamatan dengan total 39 kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya,” tambah Dodi.

Dodi berharap proses pemungutan suara yang akan digelar 9 Desember nanti tak sampai terganggu di Kabupaten Tasikmalaya meski saat ini berstatus zona merah Covid-19.

Apalagi, setelah wilayahnya dinyatakan zona merah belum ada pemberitahuan krusial apapun dari provinsi maupun pusat terkait proses pelaksanaan Pilkada.

“Kampanye terakhir kan sampai 6 Desember nanti. Kita proses terus berjalan tak terganggu berstatus zona merah. Selama ini tidak ada imbauan apapun baik dari Bawaslu provinsi maupun pusat. Kita jalan terus,” ujar dia.

Dodi mengaku, tugasnya selama pengawasan proses Pilkada saat pandemi dan di kawasan zona merah menjadi semakin bertambah.

Selain mengawasi jalannya pelaksanaan Pilkada bersih dari praktik kecurangan, juga mengawasi penerapan protokol kesehatan selama pandemi di zona merah bagi proses kampanye dan masyarakat saat pencoblosan nanti.

“Iya, tentu tugas Bawaslu jadi double di pilkada saat pandemi, apalagi kita zona merah. Bawaslu mengawasi kecurangan juga mengawasi penerapan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Meski demikian, Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya berharap semua masyarakat dan pelaksana Pilkada termasuk para pasangan calon untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan.

Sehingga, pelaksanaan pencoblosan Pilkada nantinya tak sampai jadi klaster baru di zona merah yang justru membahayakan masyarakat.

“Wajib, hukumnya wajib melaksanakan protokol kesehatan. Bukan untuk diri sendiri saja manfaatnya, tapi juga untuk orang lain di sekitar kita,” pungkasnya.(ng)