Polisi Tangkap 22 Pelaku Begal Sepeda di Jakarta, DPR Harap Jadi Contoh Polda Lain

fokusmedan :  Polda Metro Jaya telah meringkus 22 tersangka pelaku begal sepeda yang meresahkan masyarakat. Para begal yang ditangkap tersebut juga mengambil 84 unit handphone yang diantara korbannya adalah seorang marinir.

Wakil Ketua Komisi III DPR Fraksi Partai NasDem, Ahmad Sahroni menyampaikan apresiasinya kerja polisi tersebut. Dia mengatakan, hal ini menunjukkan kesigapan Polda Metro Jaya dalam merespons kondisi keamanan terkini di masyarakat.

“Saya mengapresiasi sikap Polda Metro Jaya yang gercep dalam menangkap para pelaku begal sepeda. Mereka ini emang udah meresahkan, khususnya di kala pandemi, di mana makin banyak orang yang bersepeda,” ujar Sahroni dalam keterangannya, Sabtu (7/10).

Sahroni menambahkan, pencapaian ini menunjukkan komitmen Polda Metro Jaya dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif di ibu kota. Serta, bisa menjadi contoh bagi Polda-polda lainnya yang tengah menghadapi kondisi serupa.

“Seperti yang kita tahu, masalah begal ini kan ada di mana-mana dan dalam bentuk yang macam-macam. Ada bajing loncat, ada begal yang memegang anggota tubuh dan lain lain,” ucapnya.

“Nah pencapaian dari Polda Metro Jaya ini menurut saya sudah sepatutnya menjadi contoh bagi Polda-Polda lain, supaya masyarakat juga merasa aman dan nyaman dalam beraktivitas,” tandas Sahroni.

Polisi berhasil meringkus 12 orang pelaku yang terlibat aksi begal sepeda berdasarkan proses empat kasus yang didalami Polda Metro Jaya bersama Polres jajaran

“Kami pun menjanjikan akan dilakukan pengembangan terhadap pelaku begal yang sudah ada untuk mengungkapnya. Hinhga berhasil mengungkap empat kasus pembegalan peseda dengan total yang saat ini berhasil dilakukan penangkapan ada 12 orang,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana.

Selain itu, kata Nana, kasus-kasus tersebut merupakan pengembangan dari total 13 laporan yang sudah diterima polisi. Serta pengembangan dari pengungkapan 10 pelaku yang sudah ditangkap.

“Jadi total awal kita ungkap 10 orang dan kemudian yang saat ini kita lakukan penangkapan ada 12 menjadi total 22 orang,” ujarnya.

Dari 12 pelaku yang diamankan, Nana menyebut dua orang yang berperan sebagai penadah yang menampung hasil rampasan ke 10 pelaku yang sebagian besar fokus untuk mengambil handphone milik korban.(yaya)