Gejala Asam Urat Tinggi yang Perlu Diwaspadai, Berikut Cara Mengatasinya

fokusmedan : Salah satu penyakit yang banyak sekali diderita oleh masyarakat Indonesia adalah asam urat. Asam urat merupakan penyakit sendi yang muncul karena kadar asam urat yang tinggi dalam darah. Gaya hidup yang tidak sehat sedikit banyak memicu penyakit degeneratif ini terjadi.

Pada dasarnya penyakit ini adalah penumpukan kadar asam urat yang akhirnya membentuk kristal monosodium urat yang akan menumpuk di dalam tubuh dan menyebabkan gangguan peradangan pada area persendian. Semua sendi di tubuh bisa terdampak asam urat, tapi biasanya yang paling sering terserang adalah sendi jari tangan, jari kaki, lutut, dan pergelangan kaki.

Pada kondisi normal, kadar asam urat ini biasanya larut dalam darah dan dibuang lewat urine. Nah ketika jumlahnya tinggi, tubuh akan menumpuknya dalam bentuk kristal yang akhirnya jadi penyebab asam urat.

Salah satu cara mencegah penyakit asam urat adalah dengan mengetahui apa saja gejala yang mungkin akan muncul. Dengan mengetahui gejalanya maka kamu dapat mengambil langkah penanganan dengan lebih cepat.

Simaklah informasi mengenai gejala asam urat tinggi yang perlu diwaspadai yang telah dirangkum merdeka.com melalui liputan6.com pada Sabtu, (31/10/2020).

Gejala Asam Urat Tinggi

Gejala asam urat pada mulanya tidak terlihat dan tidak terasa. Namun seiring dengan penumpukan asam urat yang semakin tinggi maka biasanya orang yang menderitanya aakn mengeluhkan beberapa gejala umum berikut ini, yaitu:

Sendi Menjadi Kaku
Gejala asam urat tinggi yang pertama adalah sendi terasa sangat kaku. Hal ini tak lain karena penumpukan asam urat di persendian dapat menyebabkan terbatasnya rentang gerak sendi yang terdampak. Lama kelamaan, sendi akan menjadi kaku, meski rasa sakit sudah mereda.

Nyeri Hebat pada Persendian
Gejala asam urat tinggi berikutnya yang juga bisa dibilang paling sering dialami penderitanya tentu adalah nyeri hebat pada persendian. Nyeri sendi, linu, dan bengkak bisa jadi gejala asam urat tinggi. Terakadang gejala asam urat ini diselingi dengan kesemutan dan radang sendi yang tampak merah pada permukaan kulitnya.

Kamu patut waspada jika sering mengalami nyeri pada bagian sendi seperti, jempol kaki, lutut, siku, pergelangan tangan, dan jari-jari, kemudian mereda. Bila hal ini terjadi cukup sering, bahkan hampir setiap hari, sebaiknya segera periksa ke dokter.

Radang dan Kemerahan pada Sendi
Radang dan kemerahan pada sendi juga biasa terjadi sebagai gejala asam urat tinggi. Nyeri sendi biasanya terdapat pada kaki dan menimbulkan warna merah yang diikuti dengan rasa panas menyengat dan rasa nyeri saat digunakan berjalan. Hal ini terjadi karena kristal asam urat menetap di sendi sehingga memicu pembengkakan dan peradangan.

Benjolan pada Sendi
Selain radang dan kemerahan pada sendi, gejala asam urat tinggi selanjutnya adalah timbul benjolan yang terlihat di bawah lapisan kulit di sekitar sendi. Biasanya, benjolan ini diakibatkan oleh asam urat yang sudah menumpuk banyak dan dalam jangkah waktu lama. Bila kristal menumpuk di saluran kemih, maka bisa membentuk batu ginjal.

Gejala asam urat ini sering kali muncul secara tiba-tiba dan tidak dapat diprediksi. Namun biasanya gejala asam urat paling sering terjadi pada malam hari. Sebagian besar gejala asam urat hanya terjadi dalam beberapa jam selama 1-2 hari. Namun pada kasus yang parah, gejala asam urat bisa saja terjadi dalam waktu berminggu-minggu.

Cara Mengatasi Asam Urat Tinggi

Cara mengatasi asam urat bisa dengan memperhatikan menu makanan dan menerapkan pola hidup sehat. Meski memang penyakit ini tak bisa disembuhkan total, tapi gejala asam urat dapat diatasi dengan cara-cara berikut ini:

Cek Menu Harian
Cara mengatasi asam urat tinggi yang pertama dengan memperhatikan menu makanan sehari-hari. Sangat disarankan untuk menghindari makanan dan minuman yang tinggi purin (asam urat) seperti seafood, daging merah, makanan-makanan manis (mengandung gula), alkohol, dan jeroan merupakan hal wajib yang harus kamu lakukan.

Hindari pula makanan seperti kue-kue manis, permen, minuman manis dan produk yang mengandung gula fruktosa tinggi. Selain itu, kurangi lemak jenuh dari daging merah, unggas yang berlemak dan produk susu yang mengandung tinggi lemak.

Sebaliknya, cobalah untuk lebih banyak mengonsumsi buah, sayuran, dan gandum utuh. Pilihlah sumber protein harian dari daging tanpa lemak, ikan, dan unggas sekitar 2-3 potong perhari. Sumber protein lain yang bisa ditambahkan adalah produk susu rendah lemak atau yoghurt.

Olahraga Teratur
Cara mengatasi asam urat tinggi berikutnya adalah olahraga teratur. Pasalnya olahraga membuat sendi-sendi terlatih dengan baik, sehingga bisa mencegah nyeri sendi yang kerap kali menyerang orang dengan asam urat. Berolahragalah secara teratur dengan intensitas sedang setidaknya 30 menit selama 5 hari dalam seminggu.

Menjaga Berat Badan
Orang yang mengalami obesitas memiliki risiko lebih tinggi untuk memiliki asam urat yang tinggi daripada orang yang memiliki berat badan normal. Untuk menjaga berat badan sebagai pengobatan gejala asam urat yakni, pilihlah sumber karbohidrat kompleks dalam diet.(yaya)