Dinilai Hina Islam, Indonesia Kecam Pernyataan Presiden Perancis

Presiden Perancis Emmanuel Macron. AFP

fokusmedan : Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengecam pernyataan Presiden Perancis Emmanuel Macron yang dinilai telah menghina Islam.

“Pernyataan tersebut telah melukai perasaan lebih dari 2 miliar orang muslim di seluruh dunia dan telah memecah persatuan antar umat beragama di dunia,” demikian bunyi keterangan tertulis Kemlu seperti dilansir Kompas.com dari laman resmi, Jumat (30/10/2020).

Kemlu menegaskan, hak kebebasan berekspresi tidak boleh dilakukan dengan mencederai kehormatan, kesucian, dan kesakralan nilai dan simbol-simbol agama.

“Sebagai negara demokrasi ketiga terbesar dan berpenduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia mengajak seluruh negara untuk mendorong persatuan dan toleransi antar umat beragama, terutama di tengah situasi pandemi saat ini,” imbuh imbauan Kemlu.

Sebelumnya, Perancis mendapat sorotan tajam karena menolak mengutuk penerbitan kartun Nabi Muhammad SAW oleh majalah satire, Charlie Hebdo, pada September lalu. Peristiwa ini memancing kemarahan di banyak negara mayoritas muslim dan memunculkan seruan untuk memboikot barang-barang Perancis.

Selain itu, pernyataan Macron mengenai Islam juga telah memicu kemarahan bagi negara-negara mayoritas muslim. Macron menyatakan akan melawan segala bentuk “separatisme Islam”, pasca peristiwa pemenggalan seorang guru bernama Samuel Paty di luar Paris, awal Oktober.

Paty sebelumnya dibunuh karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada para muridnya di kelas tentang kebebasan berbicara.

Dalam dua bulan terakhir terdapat sejumlah insiden berdarah setelah Charlie Hebdo menerbitkan kartun tersebut. Pertama, penyerangan di dekat kantor tua Charlie Hebdo pada 24 September, serangan terhadap penjaga kemanan di kantor Konsulat Perancis di Jeddah, Arab Saudi, serta serangan yang menewaskan tiga orang di Nice, Kamis (29/10/2020).(ng)