Indonesia Ekspor 16,65 Ton Kopi ke Australia

fokusmedan : Indonesia mengekspor kopi jenis arabika Java Preanger Jabarano sebanyak 16,65 ton ke Australia buatan dari CV Frinsa Agrolestari. Ekspor kopi tersebut bernilai Rp 1,34 miliar.

Pelapasan ekspor kopi ini dilakukan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Bandung, Jawa Barat, pada Jumat (9/10/2020) lalu.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Kasan mengatakan, pihaknya mendukung penuh pengembangan ekspor kopi Indonesia ke pasar global.

Menurut dia, ekpsor produk bernilai tambah tersebut, sekaligus menjadi upaya pemerintah bersama pelaku bisnis untuk menjaga keseimbangan neraca perdagangan.

“Diharapkan, pelaku bisnis terus berinovasi dan memanfaatkan peluang pasar yang ada di dalam dan luar negeri,” ujar Kasan dalam keterangan resminya, mengutip Kompas.com Minggu (11/10/2020).

Kasan menyatakan aspresiasinya pada perusahaan yang terus mendukung dan mengangkat kesejahteraan petani kopi mitra di Jawa Barat secara berkelanjutan. Perusahaan pun didorong untuk semakin memperluas akses pasarnya.

Selain ke pasar Australia, pada tahun 2020 ini CV Frinsa Agrolestari juga mendapatkan kontrak ekspor sebanyak 5 kontainer ke Amerika Serikat, 2 kontainer ke Belgia, dan 1 kontainer ke Rusia.

Direktur Pengembangan Produk Ekspor (PPE) Kemendag Olvy Andrianita menambahkan, Kemendag memastikan akan terus memfasilitasi pelaku ekspor melalui perwakilan perdagangan yang ada di berbagai negara. Hal itu sebagai upaya memperluas pasar ekspor Indonesia, terlebih di tengah masa pandemi saat ini.

“Diharapkan sinergi yang baik akan terus terjalin untuk melewati masa sulit pandemi ini dan meningkatkan ekspor guna menggerakkan roda perekonomian dan perdagangan Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan, kopi indonesia, khususnya jenis arabika dari Jawa Barat sangat diminati di pasar internasional karena memiliki cita rasa yang khas.

Maka ini menjadi nilai lebih bagi citra kopi Indonesia di pasar internasional sehingga perlu dijaga dan dipromosikan lebih intensif.

“Ekspor kopi ke Australia ini dapat kita jadikan stimulus kebangkitan pelaku usaha Jawa Barat guna memulihkan ekonomi masyarakat,” ujar Ridwan.

Berdasarkan data BPS, neraca perdagangan kopi Indonesia pada periode Januari-Juli 2020, baik biji kopi (coffee beans) maupun olahan mengalami surplus sebesar 670,03 juta dollar AS.

Capaian tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara eksportir terbesar ke-7 kopi dunia dengan pangsa ekspor sebesar 4,05 persen pada 2019, setelah Brasil 14,02 persen, Jerman 8,74 persen, Vietnam 7,80 persen, Swiss 7,33 persen, Kolumbia 7,13 persen, dan Italia 4,88 persen.

Adapun Jawa Barat memiliki potensi dan peluang peningkatan ekspor kopi. Ekspor kopi Jawa Barat periode Januari-Juli 2020 tercatat sebesar 3,26 juta dollar AS. Nilai itu meningkat 35,20 persen dibanding periode sama tahun 2019 yang sebesar 2,41 juta dollar AS.

Saat ini, Jawa Barat menduduki peringkat ke-8 sebagai provinsi yang memiliki ekspor kopi utama Indonesia dengan pangsa ekspor sebesar 0,44 persen, setelah Banten 32,08 persen, Lampung 22,98 persen, Sumatera Utara 22 persen, Jawa Timur 13,01 persen, dan Aceh 7,12 persen.(ng)