RI-China Sepakat Gunakan Rupiah-Yuan, Transaksi Perdagangan yang Adil

fokusmedan : Bank Indonesia (BI) dan China telah sepakat membentuk kerangka kerja sama untuk mendorong penggunaan mata uang lokal dalam penyelesaian transaksi perdagangan bilateral dan investasi langsung (Local currency settlement).

Menurut ekonom Sumut Gunawan Benjamin, kerangka kerjasama untuk penggunaan uang lokal yakni Yuan dan Rupiah dalam transaksi perdagangan kedua negara, tentunya menjadi kabar baik bagi kemajuan perdagangan antara Indonesia dengan China. Tidak seperti yang terjadi selama ini, di mana saat kita membeli barang ke China harus membayar dengan US Dolar begitu sebaliknya.

“Kedepan, saat China membeli barang ke Indonesia maka China harusnya menyediakan Rupiah dan saat Indonesia membeli barang ke China harus menggunakan Yuan,” katanya, Kamis (1/10/2020).

Selama ini, kata dia, Indonesia belanja atau menjual barang ke negara manapun harus memakai US Dolar. Sehingga US Dolar berlaku di semua negara di dunia.

Hal tersebut terjadi karena Rupiah tidak berlaku di negara lain. Hal inilah yang membuat US Dolar kerap harganya naik, dikarenakan permintaan US Dolar sangat tinggi di dalam negeri.

“Jika nantinya transaksi dua negara menggunakan mata uang lokal, maka saat ada WNI mau ke China, tetap bisa membawa Rupiah, karena Rupiah bisa ditransaksikan di China. Jelas ini lebih adil pastinya,” ujarnya.

Ia melanjutkan, penggunaan mata uang lokal ini harus diperluas ke negara lainnya, khususnya Singapura, AS, Eropa, Australia, Jepang, India. Bentuk transaksi seperti ini akan sangat menguntungkan kita.

Negara yang mata uangnya berlaku di semua negara lainnya, ibarat mata uangnya tersebut seperti emas. Berlaku secara universal.(ng)