Pikul 7 Kg Sabu, Polrestabes Medan Tembak Mati Bandar Narkoba

Polrestabes Medan menggelar konferensi pers kasus narkoba. Ist

fokusmedan : Seorang bandar sabu berinisial S (41), menyerang polisi dengan senjata api rakitan saat disergap personel Satres Narkoba Polrestabes Medan di Jalan Glugur Rimbun, Diski, Kelurahan Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Rabu (23/9/2020) kemarin.

Tak ayal, personel Sat Res Narkoba yang melihat itu mengambil tindakan tegas terukur dengan menembak tersangka yang merupakan warga asal Kuala Simpang, Aceh Tamiang. Kendati sudah dibawa ke RS Bhayangkara, nyawa tersangka tak dapat diselamatkan.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko mengatakan dalam pengungkapan tersebut pihaknya turut mengamankan barang bukti narkoba 7 kg sabu dan dua bandar lainnya yakni, A (46) dan IH alias I (50) yang keduanya merupakan warga Jalan Jambi, Kelurahan Rambung  Barat, Kecamatan Binjai Selatan.

“Pada 20 September 2020 Tim Satres Narkoba mendapat info ada pengedar sabu di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Indra Kasih,¬† Kecamatan Tembung. Tim menuju ke TKP dan berhasil meringkus dua tersangka, A dan IH. Dari keduanya tim menyita barang bukti 2 kg sabu,”kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko didampingi Kasat Narkoba AKBP Ronny Nicholas Sidabutar, Jumat (25/9/2020).

Hasil pengembangan dari dua tersangka, petugas mengantongi identitas bandar lainnya. Pada 23 September 2020 petugas yang mengetahui keberadaan salah seorang bandar di kawasan Jalan Glugur Rimbun, Diski, Kelurahan Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal. Tim bergerak ke lokasi dan berhasil mengamankan tersangka, S. Dari tersangka S disita barang bukti 5 Kg sabu.

Namun, saat hendak diboyong ke Mapolrestabes Medan tersangka, S berusaha melakukan perlawanan dan mencobai melukai petugas dengan senpi rakitan. Tak mau ambil risiko, petugas menembak tersangka, S. Petugas langsung memboyongnya ke RS Bhayangkara Poldasu.  Tapi nyawa tersangka tak terselamatkan dan dinyatakan tewas.

Hasil interogasi terhadap para tersangka, sabu itu didapatkan dari seorang bandar, N yang berada di Malaysia dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Para tersangka membeli sabu itu seharga Rp 300 juta per 1 Kg. Dan dijual kembali menjadi Rp 350 juta per kilonya.

“Kami beli 1 kg seharga Rp 300 juta. Dijual kembali Rp 350 juta perkilonya. Hanya dalam sebulan 1kg sabu ludes terjual,”kata tersangka.

Karena perbuatannya, para tersangka bakal diganjar dengan Pasal 114 Ayat 2 Subs 112 Ayat 2 Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau hukuman mati. (Rio)