Kasus Covid-19 Mulai Melambat di Sumut, Jubir Gugus Tugas : Semoga Segera Selesai

Perawatan pasien Covid-19.Ist

fokusmedan : Penambahan kasus konfirmasi Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut) mulai menunjukkan tren secara flat (datar).

Penambahan masih terjadi, namun kasusnya tidak lagi sampai melampaui angka 100 orang perhari.

Juru bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut dr Aris Yudhariansyah berharap dengan adanya perlambatan penambahan kasus konfirmasi Covid-19 ini diharapkan terus terjadi.

“Mulai flat, semoga segera selesai Covid-19 ini,” harapnya.

Aris menjelaskan, pada hari ini tercatat, penambahan kasus konfirmasi hanya sebanyak 87 orang. Untuk itu, total akumulasinya saat ini ada sebanyak 9.653 kasus.

“Lebih banyak angka kesembuhan yang kita dapatkan, yakni 115 orang. Sehingga total keseluruhan penderita yang sembuh sudah mencapai 5.866 orang,” jelasnya.

Namun, lanjut Aris, angka kematian Covid-19 tetap masih didapatkan. Sebanyak lima pasien Covid-19 kembali menjadi korban, sehingga akumulasinya kini menjadi 408 orang.

“Kasus suspek bertambah 18 kasus menjadi 942 orang. Untuk spesimen, sudah ada 77.282 sampel yang diperiksa,” pungkasnya.

Terpisah, pasca didapatkan seorang pedagang Pasar Melati yang meninggal karena Covid-19, Muspika Kecamatan Medan Tuntungan menggelar tracing kepada para pedagang di Pasar tersebut dan warga sekitar, Rabu (23/9). Sebelumnya, pihak Kecamatan telah mengambil langkah untuk menutup sebagian aktivitas pasar sejak, Senin (21/9).

Pantauan wartawan di lokasi, terlihat aktivitas jual beli di Pasar Melati Medan tak ramai seperti biasanya. Camat Medan Tuntungan, Topan Ginting mengatakan, dalam tracing ini, pihaknya akan tetap menunggu para pedagang untuk melakukannya.

“Kita tunggu sebanyak-banyaknya bagi pedagang dan masyarakat yang merasa melaksanakan aktivitas di tempat ini. Silahkan melakukan tracing dengan cara kombinasi rapid test dengan swab test. Apabila di temukan ada yang reaktif maka akan kita lanjutkan dengan swab test,” ucapnya.

Menurutnya, dari data yang didapat ada sebanyak 70 orang pedagang sekitar blok tersebut. Namun, yang melakukan tracing hanya baru 10 orang.

“Kita harapkan sesuai dengan imbauan yang kita sampaikan kemarin. Memang beberapa para pedagang merasa takut melaksanakan ini, tapi ini kita upayakan agar mereka dapat hadir untuk mendeteksi secara dini, apakah mereka terpapar atau tidak,” jelasnya.

Selain itu, dirinya juga mengimbau kepada pengelola pasar, sebagai bentuk kerjasama untuk menghadirkan semua pedagang supaya melakukan tracing. Sebab dia menambahkan, pihaknya telah menyediakan alat rapid test dengan jumlah tak terbatas, sehingga dapat mencukupi jumlah para pedagang.(riz)