Indonesia Dipastikan Resesi, Rupiah dan IHSG Turun

 

fokusmedan : Baik Rupiah dan IHSG selama sesi perdagangan hari ini berada di zona merah. IHSG sempat mendekati level 4.900. Sementara, mata uang rupiah sempat terpental di atas 14.800, atau tepatnya dikisaran 14.811 per US Dolar.

IHSG pada penutupan perdagangan hari ini ditutup melemah di level 4.934,09 atau melemah 1,31%. Sementara Rupiah mampu ditutup di level 14.785 per US Dolar.

Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin mengatakan, meskipun kuartal ketiga masih ada sekitar sepekan lagi, namun Menteri Keuangan memberikan pernyataan kalau Indonesia pasti masuk jurang resesi di tahun ini.

“Ekspektasi saya saat seminar di bulan sebelumnya bahwa pertumbuhan ekonomi nasional akan minus 1,8% hingga minus 2,6%. Jadi memang sulit bagi ekonomi nasional untuk tumbuh di kuartal ketiga ini,” katanya, Selasa (22/9/2020).

Resesi ini mengakibatkan tekanan jual di pasar keuangan, meskipun dipicu oleh sejumlah faktor lainnya. Termasuk kinerja bursa di banyak negara yang juga merealisasikan kinerja yang buruk.

Dan resesi yang nantinya juga akan terjadi di negara lain menjadi salah satu isu penting yang membuat pasar keuangan global terpuruk saat ini.

Menurutnya, resesi memang pada dasarnya sulit untuk dihindari. Tanpa ada PSBB DKI Jilid II sekalipun, yang merupakan wilayah episentrum pertumbuhan ekonomi nasional, Indonesia sudah dipastikan akan masuk jurang resesi.

“Dan PSBB hanya memperburuk, namun sayangnya saat ini PSBB DKI sangat potensial untuk diperpanjang kembali,” pungkasnya.(ng)